SANGATTA – Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Laskar Pemuda Adat Dayak Kalimantan Timur (LPADKT/LPADKT-KU), F.X. Apui, S.T., S.H., mendorong kepengurusan LPADKT Kabupaten Kutai Timur (Kutim) untuk semakin solid, mandiri dan mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Hal itu disampaikannya usai membuka Musyawarah Cabang (Muscab) II LPADKT Kutai Timur yang berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi, Sangatta, Jumat (2/10/2026).
FX Apui mengapresiasi persiapan panitia Muscab II yang dinilainya berjalan maksimal. Bahkan, jajaran DPP turut mengikuti perkembangan persiapan melalui grup komunikasi panitia serta beberapa kali mengikuti rapat untuk memberikan saran dan masukan.
“Persiapannya luar biasa dan menurut saya sudah maksimal. Saya juga masuk di grup panitia pelaksana, jadi kami memantau. Beberapa kali rapat juga kami ikuti dan memberikan saran serta masukan. Sampai hari ini pelaksanaannya bisa berjalan dengan baik,” ujar FX Apui.
Ia berharap Muscab II tidak sekadar menjadi agenda pemilihan kepengurusan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat organisasi dan membangun LPADKT Kutim agar semakin solid.
Menurutnya, siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin DPC LPADKT Kutim harus mampu merangkul seluruh anggota dan mengembangkan berbagai bidang yang menjadi fokus organisasi.
“Harapan besar kami, ketua dan pengurus yang terpilih nantinya bisa menjadi pemimpin yang mampu mempersatukan anggota agar semakin solid,” katanya.
Dorong Penguatan Ekonomi hingga Organisasi
FX Apui menjelaskan terdapat sejumlah bidang strategis yang perlu dimaksimalkan oleh LPADKT Kutim. Salah satunya adalah bidang ekonomi, terutama dalam menciptakan peluang usaha yang dapat mendorong kemandirian anggota.
Kemandirian tersebut, kata dia, sejalan dengan arahan Ketua Umum LPADKT yang selama ini menekankan agar organisasi mampu berdiri di atas kaki sendiri.
“Bidang ekonomi harus bisa dimaksimalkan. Karena kalau bicara kemandirian, seperti yang selalu disampaikan Ketua Umum kami, LPADKT harus bisa berdiri di atas kaki sendiri. Selama kita mampu mandiri, kenapa itu tidak dilakukan,” jelasnya.
Selain ekonomi, penguatan bidang hukum dan organisasi juga menjadi perhatian. Salah satu target yang diharapkan dapat diwujudkan adalah pembentukan kepengurusan ranting secara menyeluruh di kecamatan yang ada di Kutai Timur.
Saat ini, menurut FX Apui, LPADKT telah memiliki kepengurusan di sekitar 16 kecamatan dari total 18 kecamatan di Kutim.
“Kalau sekarang sudah ada sekitar 16 ranting, harapannya bisa penuh seluruhnya, sehingga semua kecamatan di Kutai Timur memiliki kepengurusan,” ujarnya.
Bidang sosial juga diminta semakin diperkuat. Sebagai organisasi kemasyarakatan, LPADKT diharapkan hadir membantu masyarakat yang membutuhkan, tidak terbatas kepada anggota organisasi semata.
“Kita ini organisasi massa, sehingga pelayanan kepada masyarakat juga menjadi perhatian. Ketika masyarakat mengalami kesusahan, bidang sosial harus bisa hadir dan dimaksimalkan,” tegasnya.
Berharap Dukungan Pemkab Kutim
FX Apui turut berharap Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dapat terus membuka ruang kolaborasi dengan LPADKT, khususnya dalam program yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat, sosial, ekonomi maupun pembangunan daerah.
Ia menegaskan, prinsip kemandirian organisasi bukan berarti LPADKT menutup diri terhadap kerja sama dengan pemerintah.
“Harapan kami kepada pemerintah daerah tentu bisa memberikan semangat dan dukungan kepada organisasi kemasyarakatan, khususnya DPC LPADKT Kutai Timur. Kalau ada program kerja yang membutuhkan dukungan pemerintah daerah, kami berharap bisa didukung,” katanya.
Menurutnya, sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah menjadi penting karena keduanya memiliki tujuan yang sama, yakni memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Mengakui Perbedaan, Mengutamakan Kebersamaan”
Dalam kesempatan tersebut, FX Apui juga menyoroti karakter Kutai Timur sebagai daerah yang dihuni masyarakat dengan latar belakang suku dan budaya yang sangat beragam.
Ia menegaskan LPADKT memegang prinsip bahwa seluruh masyarakat yang tinggal di Kutai Timur merupakan saudara dan memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga kedamaian daerah.
“Prinsip organisasi kami, damai itu indah. Siapa pun warga negara yang ada di Kutai Timur adalah saudara kita. Mari bersama-sama membangun Kutai Timur supaya lebih maju dan menjadi tempat yang nyaman bagi kita semua,” ujarnya.
Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, lanjut dia, menjadi landasan utama organisasi dalam menjaga keberagaman tersebut.
LPADKT sendiri, kata FX Apui, tidak hanya menjadi ruang bagi masyarakat Dayak berdasarkan garis keturunan. Organisasi itu juga terbuka terhadap masyarakat dari berbagai latar belakang yang memiliki semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap persoalan sosial.
“Di LPADKT ada prinsip yang selalu kami pegang, yakni mengakui perbedaan dan mengutamakan kebersamaan. Di dalam LPADKT juga majemuk, suku-suku lain bisa bergabung,” katanya.
Ia menilai semangat tersebut sangat relevan diterapkan di Kutai Timur yang dihuni masyarakat Kutai, Dayak, Banjar serta berbagai suku lainnya.
“Di sini ada masyarakat adat, ada orang-orang tua kita dari lembaga adat Kutai, ada Dayak, Banjar dan suku-suku lainnya. Semua ada di sini. Yang diperlukan adalah bagaimana kita saling bersinergi sesuai semangat Bhinneka Tunggal Ika,” jelasnya.
Soroti Kekayaan SDA dan Kepentingan Daerah
FX Apui juga menyinggung posisi Kutai Timur sebagai salah satu daerah dengan kekayaan sumber daya alam yang besar.
Menurutnya, organisasi kemasyarakatan juga memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan berbagai persoalan sosial dan kepentingan daerah agar pembangunan mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat.
Ia menyebut LPADKT selama ini turut menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat hingga ke tingkat pusat, termasuk melalui lembaga legislatif.
“Kutai Timur ini kaya sumber daya alam. Karena itu, hal-hal kritis dan persoalan sosial yang menyangkut masyarakat juga menjadi perhatian kami. Aspirasi itu pernah kami perjuangkan dan kami sampaikan sampai ke pusat,” ungkapnya.
Ia berharap kepengurusan LPADKT Kutai Timur hasil Muscab II nantinya mampu meneruskan semangat tersebut dengan tetap menjaga persatuan, memperkuat kemandirian ekonomi, mengembangkan organisasi serta memperluas kontribusi sosial bagi masyarakat.
“Yang paling penting bagaimana kita bisa bersama-sama menjaga Kutai Timur ini tetap damai, bersinergi dan maju. Perbedaan tetap kita akui, tetapi kebersamaan yang harus kita utamakan,” pungkas FX Apui.
