Bondowoso – Ketika sebagian besar warga terlelap, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukosari Lor II justru mulai bergeliat. Jarum jam menunjukkan pukul 19.00 WIB, tetapi bagi tim divisi persiapan, pekerjaan baru dimulai. Mereka harus memastikan bahan makanan untuk produksi esok hari siap sebelum fajar menyingsing.
Bahan baku dipersiapkan dan ditata secara teliti sebelum masuk ke tahap produksi. Pekerjaan tersebut berada di bawah koordinasi Fandy, selaku koordinator tim divisi persiapan.
“Mata kami mungkin mengantuk dan tubuh lelah menembus dinginnya malam. Tapi ketika membayangkan senyum anak-anak yang akan menikmati makanan bergizi esok hari, rasa lelah itu hilang. Bagi kami, ini bukan sekadar menyiapkan bahan makanan, tetapi amanah dan bentuk cinta untuk memastikan mereka tumbuh sehat,” ujar Fandy.
Beban pekerjaan pun tidak selalu sama setiap harinya. Ketika volume bahan baku meningkat atau membutuhkan penanganan lebih rumit, proses persiapan bisa berlangsung lebih lama dari jadwal normal.
Kepala SPPG Sukosari Lor II, Muhammad Ferdo Syaifullah, S.E., mengatakan tim persiapan secara normal bekerja sekitar delapan jam, mulai pukul 19.00 WIB hingga 02.00 WIB.
“Tim persiapan itu kerja delapan jam, Mas. Tapi kadang lebih ketika bahan agak rumit dan perlu ketelitian dalam menyiapkan. Jadi tidak tentu, kadang lebih, seperti ayam pasti lebih,” ujar Ferdo.
Ketelitian menjadi kunci karena setiap bahan yang selesai dipersiapkan pada malam hari akan menentukan kesiapan proses produksi pada pagi berikutnya. Ketika tahap persiapan tuntas, tim produksi dapat langsung melanjutkan pengolahan tanpa harus menunggu kebutuhan bahan.
Kerja tim persiapan akhirnya memberi dampak langsung pada kelancaran seluruh rantai produksi SPPG Sukosari Lor II. Dari bahan yang siap sejak dini hari, proses memasak dapat berjalan lebih terukur, pengemasan tidak tertunda, dan makanan bergizi dapat dipersiapkan untuk didistribusikan sesuai kebutuhan.
Bagi mereka, pekerjaan yang dimulai ketika sebagian orang terlelap bukan sekadar rutinitas. Setiap bahan yang disiapkan malam itu menjadi langkah awal agar ketika pagi datang, makanan bergizi sudah siap bergerak dari dapur menuju para penerima manfaat.(DN)
