Jember – Ribuan langkah kaki bakal mengambil alih sebagian ruas utama Kabupaten Jember saat Gerak Jalan Tanggul–Jember Tradisional (TAJEMTRA) 2026 digelar Sabtu (5/9/2026). Agar lautan peserta tidak berubah menjadi simpul kemacetan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jember menyiapkan rekayasa lalu lintas dan sejumlah jalur alternatif bagi masyarakat.
TAJEMTRA 2026 dijadwalkan diikuti 25.613 peserta dengan jarak tempuh sekitar 30 kilometer. Peserta akan memulai perjalanan dari Alun-Alun Tanggul dan bergerak menuju garis finis di Alun-Alun Jember. Besarnya jumlah peserta membuat sejumlah ruas yang dilalui harus disterilkan secara bertahap, sehingga pengendara diminta menyesuaikan waktu serta rute perjalanan selama kegiatan berlangsung.
Kepala Dishub Jember Gatot Triyono mengatakan, penutupan jalan akan mulai diberlakukan sejak pukul 10.00 WIB dengan menyesuaikan pergerakan peserta di sepanjang lintasan. Khusus kawasan perkotaan Jember, penutupan jalur utama akan diberlakukan secara penuh setelah pukul 17.00 WIB.
“Penutupan jalur dilakukan secara bertahap menyesuaikan pergerakan peserta TAJEMTRA. Untuk kawasan kota Jember, jalan utama akan ditutup total setelah pukul 17.00 WIB,” ujar Gatot, Jumat (4/9/2026).
Untuk memastikan pengaturan kendaraan berjalan sesuai skenario, Dishub Jember juga berkoordinasi dengan Polres Jember. Petugas nantinya ditempatkan pada sejumlah persimpangan dan titik pengalihan guna mengarahkan kendaraan agar tidak masuk ke jalur yang telah disterilkan untuk peserta TAJEMTRA.
Lintasan utama yang menjadi fokus sterilisasi dimulai dari Alun-Alun Tanggul, kemudian melewati Simpang 3 Gambirono Bangsal, Simpang 3 Masjid Bangsalsari, Simpang 3 Kaliputih, Simpang 4 Mangli, hingga berakhir di Alun-Alun Jember. Ruas tersebut diperkirakan menjadi kawasan dengan pergerakan massa paling padat selama pelaksanaan gerak jalan.
Dishub turut menyiapkan sejumlah titik pengalihan. Kendaraan yang tiba di Simpang 3 Pondok Dalem dapat diarahkan melalui Kencong, Gumukmas, Puger, Balung, Wuluhan, hingga Ambulu. Pilihan tersebut disiapkan untuk mengurangi beban kendaraan yang menuju jalur utama TAJEMTRA.
Sementara itu, kendaraan dari kawasan Simpang 3 Ajung dapat dialihkan menuju Gladak Pakem. Adapun pengguna jalan yang berada di Simpang 3 Wirolegi masih dapat meneruskan perjalanan ke arah Banyuwangi maupun Bondowoso melalui jalur yang telah disesuaikan petugas.
Masyarakat yang tidak memiliki kepentingan di sekitar lokasi kegiatan diminta sebisa mungkin menjauhi lintasan utama TAJEMTRA. Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada pengendara yang melakukan perjalanan jarak jauh agar tidak terjebak pada penutupan dan perlambatan arus kendaraan.
Bagi pengguna jalan dari arah Surabaya yang hendak menuju Banyuwangi, Dishub Jember menyarankan pemanfaatan Jalur Pantura sebagai alternatif. Jalur tersebut dinilai dapat membantu pengendara menghindari potensi kepadatan yang muncul akibat sterilisasi sejumlah ruas di wilayah Jember pada Sabtu (5/9/2026).
Pengaturan khusus juga diberlakukan terhadap angkutan umum antarkota. Selama rekayasa berlangsung, aktivitas pelayanan bus di Terminal Tawang Alun untuk sementara akan dialihkan ke Terminal Ambulu. Kebijakan itu dilakukan agar pergerakan angkutan umum dan mobilitas penumpang tetap berlangsung meski sejumlah ruas jalan utama mengalami pembatasan.
Gatot meminta pengguna jalan mengikuti petunjuk rambu maupun instruksi petugas yang berjaga. Kepatuhan pengendara dinilai penting untuk menjaga kelancaran arus sekaligus memberikan ruang aman bagi puluhan ribu peserta yang menempuh lintasan TAJEMTRA.
“Kami mengimbau pengendara untuk tertib berlalu lintas dan menggunakan jalur alternatif yang sudah disiapkan. Dengan begitu, TAJEMTRA 2026 dapat berjalan lancar, aman dan nyaman, sementara masyarakat yang tidak mengikuti kegiatan juga tidak terjebak kemacetan,” pungkasnya.
Dengan jumlah peserta mencapai 25.613 orang, TAJEMTRA 2026 menjadi salah satu kegiatan yang melibatkan mobilitas massa dalam jumlah besar di Kabupaten Jember tahun ini. Masyarakat pun diharapkan merencanakan keberangkatan lebih awal, mencermati titik penutupan, serta memilih jalur alternatif agar perjalanan tetap lancar selama kegiatan berlangsung. (ADV).
