Kerinci – “Pergi membawa amanah, meninggalkan kesan.” Kalimat itu menggambarkan perpindahan tugas AKP Veri Prasetyawan setelah menjalankan tanggung jawab sebagai Kasat Reskrim Polres Kerinci. Bagi sejumlah insan pers dan masyarakat yang pernah berinteraksi dengannya, pergantian jabatan tersebut bukan semata perubahan dalam struktur organisasi Polri, tetapi juga menjadi penanda berakhirnya satu fase kemitraan yang selama ini terbangun melalui komunikasi terbuka dan pendekatan humanis.
Selama menjalankan tugas di wilayah hukum Polres Kerinci, AKP Veri Prasetyawan dikenal sebagai perwira yang berupaya menjaga keseimbangan antara ketegasan penegakan hukum dengan keterbukaan dalam membangun komunikasi. Di tengah tanggung jawab menangani berbagai perkara kriminal, koordinasi keamanan, hingga pelayanan informasi berkaitan dengan proses penegakan hukum, ia tetap menyediakan ruang komunikasi bagi masyarakat serta wartawan yang membutuhkan konfirmasi sesuai kewenangannya.
Keterbukaan tersebut memberikan arti tersendiri bagi awak media yang sehari-hari melakukan peliputan di Kabupaten Kerinci. Dalam pekerjaan jurnalistik, akses terhadap informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi bagian penting agar setiap peristiwa hukum dapat disampaikan kepada publik secara proporsional.
Bagi sejumlah jurnalis mitra Polres Kerinci, AKP Veri bukan sosok yang membangun sekat terlalu jauh dengan awak media. Hubungan yang terjalin tetap berada dalam batas profesional, tetapi komunikasi dapat berlangsung secara cair dan saling menghargai ketika informasi mengenai suatu perkara perlu dikonfirmasi.
“Pergi karena amanah, melangkah karena tugas, dan dikenang karena kebaikan.”
Ungkapan tersebut menjadi gambaran mengenai kesan yang tertinggal setelah AKP Veri harus melanjutkan pengabdiannya di tempat tugas baru. Perpindahan jabatan bagi seorang anggota Polri merupakan bagian dari perjalanan karier sekaligus kebutuhan organisasi. Namun, interaksi selama menjalankan amanah di suatu wilayah kerap meninggalkan cerita tersendiri bagi masyarakat maupun mitra kerja yang pernah berhubungan langsung.
Dalam menjalankan fungsi sebagai Kasat Reskrim, tanggung jawab yang berada di pundaknya tentu tidak ringan. Penanganan suatu perkara menuntut ketelitian dalam proses penyelidikan dan penyidikan, ketegasan dalam penerapan hukum, sekaligus kehati-hatian dalam menyampaikan informasi kepada publik.
Di tengah karakter pekerjaan tersebut, komunikasi dengan masyarakat menjadi salah satu unsur penting. Pendekatan yang terlalu kaku dapat menciptakan jarak, sementara keterbukaan tetap harus memperhatikan batas informasi yang dapat diberikan selama proses penegakan hukum berlangsung. Dalam konteks itulah, gaya komunikasi AKP Veri dinilai memberikan kesan positif bagi pihak-pihak yang pernah berinteraksi dengannya.
Hubungan kepolisian dan media sendiri memiliki posisi strategis dalam penyampaian informasi kepada masyarakat. Media membutuhkan data serta konfirmasi agar pemberitaan tidak bersandar pada dugaan, sedangkan kepolisian membutuhkan saluran komunikasi yang dapat menjelaskan langkah penegakan hukum kepada publik secara tepat.
Selama bertugas di Kerinci, kesempatan untuk melakukan komunikasi dan koordinasi tersebut menjadi bagian dari hubungan kerja AKP Veri bersama insan pers. Ketika terdapat peristiwa yang membutuhkan penjelasan, ia berupaya menyampaikan informasi sepanjang masih berada dalam kewenangan dan tidak mengganggu proses penanganan perkara.
Bagi media mitra Polres Kerinci, pergantian tugas ini pun menjadi momentum untuk memberikan apresiasi terhadap kerja sama yang telah terbentuk. Hubungan yang terjalin tidak semata menempatkan wartawan sebagai pencari informasi dan kepolisian sebagai narasumber, melainkan berkembang menjadi kemitraan profesional yang dibangun melalui koordinasi serta penghormatan terhadap tugas masing-masing.
Mutasi dalam tubuh Polri pada dasarnya merupakan bagian dari penyegaran organisasi, pembinaan karier, serta kebutuhan pelaksanaan tugas. Karena itu, perpindahan AKP Veri Prasetyawan tidak menjadi akhir dari perjalanan pengabdiannya. Tugas baru justru membuka ruang bagi dirinya untuk membawa pengalaman selama berada di Kerinci menuju tanggung jawab berikutnya.
Kerinci kini menjadi salah satu bagian dari perjalanan pengabdian AKP Veri sebagai anggota Polri. Berbagai perkara yang pernah ditangani, komunikasi yang dibangun bersama masyarakat, serta hubungan kemitraan dengan media menjadi jejak selama dirinya menjalankan amanah di daerah tersebut.
Tidak seluruh kebaikan seseorang tercatat melalui dokumen atau pemberitaan. Sebagian justru bertahan dalam ingatan melalui cara berbicara, sikap menghargai orang lain, serta kemampuan membangun komunikasi ketika menjalankan tanggung jawab.
Bagi masyarakat dan insan pers yang pernah berinteraksi dengannya, perpindahan tugas AKP Veri Prasetyawan akhirnya bukan hanya cerita tentang seorang pejabat kepolisian yang meninggalkan jabatan. Ada jejak mengenai pendekatan yang humanis, komunikasi yang terbuka, serta kemitraan yang pernah tumbuh selama masa tugasnya di Kabupaten Kerinci.
Dengan amanah baru yang menanti, perjalanan pengabdian AKP Veri Prasetyawan pun berlanjut. Sementara itu, kesan yang terbangun selama berada di Kerinci menjadi bagian dari catatan perjalanan seorang perwira Polri yang menjalankan tugas penegakan hukum sekaligus menjaga hubungan baik dengan masyarakat dan insan media.
