Kutim – Langkah sehat dari Sangkulirang menjadi awal gerakan yang ingin diperluas ke seluruh Kutai Timur. Komunitas Jalan Sehat (KJS) Kabupaten Kutai Timur menggelar kegiatan di Lapangan Sepak Bola Rajawali, Desa Benua Baru Ilir, Kecamatan Sangkulirang, Minggu (30/8/2026), sebagai bagian dari upaya membangun kebersamaan sekaligus mendorong masyarakat lebih aktif menjaga kesehatan.
Ketua KJS Kabupaten Kutai Timur Dr. Agusriansyah Ridwan, S.IP., M.Si. mengatakan, kegiatan tersebut menjadi titik awal pengembangan KJS di Kutai Timur. Gerakan jalan sehat ini terinspirasi dari kegiatan serupa yang rutin berlangsung di Samarinda, termasuk di kawasan Islamic Center dan Sempaja. Di Kutai Timur, Sangkulirang dipilih sebagai salah satu lokasi awal sebelum kegiatan dikembangkan secara bertahap ke kecamatan lain.
“Kita di Kutai Timur, kita memulainya dari Sangkulirang untuk penyampaiannya, nanti kita mungkin diskusikan teman-teman apa per tiga bulan kita adakan,” kata Agusriansyah.
Menurutnya, pola pelaksanaan kegiatan KJS di Kutai Timur masih akan dibahas bersama pengurus dan anggota komunitas. Salah satu pilihan yang mengemuka adalah menjadikan jalan sehat sebagai agenda rutin setiap tiga bulan sehingga kegiatan dapat berlangsung berkesinambungan dan tidak hanya digelar sekali.
Selain aktivitas jalan sehat, panitia juga berencana menghadirkan hadiah hiburan sederhana untuk menambah semarak kegiatan. Hadiah tersebut dapat berupa kebutuhan pokok maupun bentuk apresiasi lainnya kepada masyarakat yang ikut berpartisipasi.
“Kita akan, nanti kita siapkan hadiah-hadiah hiburan biasa, seperti misalnya sembako dan lain sebagainya,” ujarnya.
Namun, Agusriansyah menegaskan bahwa hadiah bukan menjadi tujuan utama kegiatan. Menurutnya, manfaat paling penting dari KJS adalah terciptanya ruang silaturahmi sekaligus tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan melalui aktivitas fisik bersama.
“Tapi yang paling utama itu silaturahmi dan sehatnya,” katanya.
Kegiatan yang digelar di Lapangan Sepak Bola Rajawali, Desa Benua Baru Ilir tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan KJS lebih luas kepada masyarakat Sangkulirang. Melalui kegiatan yang dapat diikuti berbagai kalangan, komunitas berharap olahraga sederhana seperti berjalan kaki dapat menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat.
Pengembangan KJS ke depan tidak hanya difokuskan di Sangkulirang. Agusriansyah menyampaikan pihaknya sedang mempersiapkan pembentukan komunitas di 18 kecamatan di Kabupaten Kutai Timur. Setelah struktur komunitas terbentuk, agenda jalan sehat direncanakan dapat dilaksanakan di berbagai wilayah secara bertahap.
“Nanti juga di 18 kecamatan lainnya juga Bupati kita juga akan melaksanakan kegiatan yang sama. Kita sedang membentuk di 18 kecamatan, nanti agenda-agenda ini kita akan laksanakan,” ujarnya.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Kutai Timur memberikan dukungan terhadap gerakan tersebut. Dukungan dari pemerintah dinilai penting agar kegiatan dapat berjalan secara konsisten dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, terutama dalam membangun kesadaran mengenai pentingnya aktivitas fisik dan pola hidup sehat.
KJS juga disebut berada dalam pembinaan Gubernur Kalimantan Timur. Keberadaan komunitas di tingkat kabupaten diharapkan dapat memperkuat gerakan jalan sehat yang telah berkembang di Kalimantan Timur serta menjadi wadah untuk membangun interaksi sosial yang positif di tengah masyarakat.
Agusriansyah yang juga menjabat Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kalimantan Timur serta anggota DPRD Kaltim dari daerah pemilihan Bontang, Kutai Timur, dan Berau berharap KJS dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Kutai Timur.
“Mohon dukungan, arahan, support Pak Bupati agar kami memberikan kontribusi dan dedikasi yang baik buat kesehatan masyarakat di Timur,” katanya.
Menurutnya, keberadaan KJS tidak semata-mata diarahkan sebagai penyelenggara kegiatan olahraga. Komunitas juga diharapkan menjadi sarana mempererat hubungan sosial, membangun kebersamaan, sekaligus menciptakan ruang pertemuan masyarakat dalam suasana yang sehat dan menyenangkan.
Jalan sehat dipilih karena merupakan aktivitas yang relatif mudah dilakukan oleh berbagai kelompok usia dan tidak membutuhkan fasilitas olahraga yang rumit. Dengan pelaksanaan secara rutin, kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong masyarakat agar lebih aktif bergerak dalam kehidupan sehari-hari.
Dimulainya kegiatan KJS dari Lapangan Sepak Bola Rajawali, Desa Benua Baru Ilir, Kecamatan Sangkulirang pada Ahad (30/8/2026) menjadi bagian dari langkah awal memperluas gerakan hidup sehat di Kutai Timur. Dengan rencana pembentukan komunitas di 18 kecamatan, KJS ingin menjadikan kesehatan, silaturahmi, dan kebersamaan sebagai semangat utama dalam setiap kegiatan yang digelar.
