Bondowoso – Dari kandang-kandang peternak di Sumber Wringin, sebuah inovasi sederhana mulai menunjukkan daya ungkit besar. MAT PECI atau Manajemen Ternak Pedet Cepat Jadi Indukan menjadi andalan Kabupaten Bondowoso dalam Penilaian Lomba Petugas Inseminasi Buatan (IB) Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Timur 2026, setelah dinilai mampu mendorong populasi ternak sekaligus memperkuat ekonomi peternak.
Inovasi tersebut dikembangkan Indra Wijaya, A.Md.Vet, petugas IB Kecamatan Sumber Wringin yang sebelumnya terpilih sebagai petugas IB terbaik tingkat Kabupaten Bondowoso. Ia kemudian dipercaya mewakili daerah dalam penilaian tingkat Provinsi Jawa Timur yang digelar di Desa Sumber Wringin, Kecamatan Sumber Wringin, Jumat (28/8/2026). Melalui MAT PECI, pengelolaan pedet diarahkan agar lebih cepat berkembang menjadi calon indukan produktif sehingga regenerasi ternak dapat berlangsung lebih efektif.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bondowoso, Hendri Widotono, menyebut kekuatan utama yang ditawarkan Bondowoso dalam penilaian itu terletak pada inovasi yang berangkat dari persoalan nyata peternak. Menurutnya, MAT PECI tidak berhenti pada konsep, tetapi telah memberikan manfaat yang dapat dirasakan di lapangan.
“MAT PECI sudah terbukti mampu meningkatkan jumlah populasi ternak dan meningkatkan perekonomian peternak. Jadi, ini bukan sekadar inovasi, tetapi sudah terbukti memberikan manfaat di lapangan,” tegas Hendri.
Ia menjelaskan, percepatan pengelolaan pedet hingga menjadi calon indukan produktif dapat menjaga keberlanjutan populasi ternak. Pada saat yang sama, bertambahnya ternak produktif juga membuka peluang bagi peternak untuk memperoleh nilai ekonomi yang lebih besar dari usaha yang dijalankan.
Keberhasilan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa peran petugas inseminasi buatan tidak semata-mata berkaitan dengan pelaksanaan IB. Petugas juga dituntut hadir sebagai pendamping peternak, memahami persoalan di tingkat kandang, serta menawarkan terobosan yang mampu meningkatkan produktivitas.
“Petugas IB adalah ujung tombak pelayanan kepada peternak. Karena itu, kompetensi, dedikasi, dan kemampuan berinovasi harus terus ditingkatkan,” ujarnya.
Dalam penilaian tingkat Provinsi Jawa Timur, tim juri menilai berbagai aspek kinerja petugas selama satu tahun. Komponen tersebut mencakup pelaksanaan inseminasi buatan, pemeriksaan kebuntingan atau PKB, pencatatan laporan kelahiran, pembinaan kelompok ternak, hingga inovasi yang dikembangkan untuk mendukung kemajuan peternakan di wilayah tugas masing-masing.
MAT PECI menjadi salah satu materi utama yang dipaparkan Indra di hadapan tim penilai. Program itu diposisikan sebagai bagian dari upaya Dinas Peternakan dan Perikanan Bondowoso dalam mempercepat regenerasi ternak sekaligus menjaga produktivitas peternakan rakyat. Pendekatan sejak fase pedet dinilai penting karena kualitas pengelolaan pada usia awal akan menentukan kesiapan ternak menjadi indukan pada tahap berikutnya.

Bagi Pemerintah Kabupaten Bondowoso, keikutsertaan Indra bukan hanya soal memperoleh prestasi dalam sebuah kompetisi. Lebih dari itu, ajang tersebut menjadi ruang untuk menunjukkan bahwa inovasi yang lahir dari kebutuhan peternak di daerah dapat memiliki nilai dan daya saing hingga tingkat provinsi.
“Kami ingin inovasi seperti MAT PECI terus dikembangkan. Kalau populasi ternak meningkat dan ekonomi peternak ikut naik, berarti pelayanan yang kita lakukan benar-benar memberikan dampak,” tandasnya.
Hendri juga berharap keberhasilan penerapan MAT PECI dapat menjadi inspirasi bagi petugas IB lainnya di Kabupaten Bondowoso. Dengan inovasi yang semakin beragam dan tepat sasaran, pelayanan peternakan diharapkan tidak hanya berorientasi pada pencapaian teknis, tetapi juga berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat peternak.
Penilaian di Sumber Wringin turut dihadiri Pelaksana Tugas Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Bondowoso, tim juri dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, jajaran Disnakkan Bondowoso, Camat dan Kapolsek Sumber Wringin, petugas IB se-Kabupaten Bondowoso, serta perwakilan kelompok peternak Kecamatan Sumber Wringin.
Melalui kiprah Indra Wijaya dan MAT PECI, Bondowoso membawa pesan bahwa kemajuan sektor peternakan dapat dimulai dari pengelolaan ternak sejak usia dini. Ketika pedet dipersiapkan secara tepat untuk menjadi indukan produktif, peningkatan populasi dan penguatan ekonomi peternak dapat berjalan beriringan.
