Jombang – Semangat gotong royong seolah menjadi “karpet penyambutan” bagi ribuan peserta Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Bupati Jombang Warsubi, S.H., M.Si., meresmikan Posko Ramah Muktamirin di kawasan Pasar Ngrawan, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Senin (24/8/2026), sebagai salah satu pusat layanan bagi peserta yang datang dari berbagai daerah.
Posko tersebut disiapkan untuk membantu kebutuhan para muktamirin menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang dipusatkan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026. Peresmian turut dihadiri Wakil Bupati Jombang Salmanudin Yazid, Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU KH. Abdurrozaq Sholeh, Ketua PWM Jawa Timur periode 2022–2027 Prof. Dr. dr. Sukadiono, M.M., Rais Syuriyah PCNU Jombang KH. Achmad Hasan, Ketua Tanfidziyah PCNU Jombang KH. Fahmi Amrullah Hadzik, serta sejumlah pejabat dan tokoh lintas organisasi.
Sejumlah unsur lainnya juga hadir, antara lain Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jombang Anjik Eko Saputro, Ketua PDM Kabupaten Jombang Prof. Dr. Ir. Abdul Malik, Ketua BAMAG Kabupaten Jombang Pendeta Hosea Hendrik Agustiono, pimpinan Bank Jatim Cabang Jombang, Forkopimcam Tembelang, serta perwakilan Muslimat, Fatayat, IPNU, Ansor, Banser, dan kalangan pelajar.
Bupati Warsubi memberikan apresiasi atas berdirinya lima Posko Ramah Muktamirin di wilayah Kecamatan Tembelang. Menurutnya, posko tersebut memperlihatkan besarnya antusiasme masyarakat sekaligus menjadi bentuk nyata gotong royong dalam menyukseskan agenda nasional NU tersebut.
“Kami menyambut baik berdirinya Posko Ramah Muktamirin di Kecamatan Tembelang. Warga Jombang sangat bergembira menyambut Muktamar ke-35 NU yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas,” ujar Bupati Jombang.
Warsubi menjelaskan, selama sekitar 50 hari masa persiapan, Pemerintah Kabupaten Jombang terus membangun koordinasi dengan Panitia Lokal Muktamar. Berbagai kebutuhan pendukung menjadi perhatian, mulai dari kondisi jalan, penerangan, publikasi, fasilitas toilet, kebersihan, keamanan hingga kesiapan pelayanan kesehatan.
Pemkab Jombang juga menyiapkan terobosan pada sektor kesehatan dengan melibatkan rumah sakit dan puskesmas. Layanan Jaminan Kesehatan Masyarakat Miskin atau Jamkesmaskin yang biasanya diperuntukkan bagi warga Jombang diperluas agar dapat memberikan perlindungan kepada masyarakat dari luar daerah yang berada di Jombang selama agenda Muktamar.
“Kami mengubah Perbup. Biasanya Jamkesmaskin hanya diperuntukkan bagi warga Jombang. Dengan adanya event nasional ini, seluruh masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia yang berada di Jombang dapat berobat secara gratis di Kabupaten Jombang dan ter-cover Jamkesmaskin,” jelasnya.
Tak hanya pemerintah daerah dan unsur NU, dukungan juga datang dari berbagai kelompok masyarakat lintas agama dan organisasi. Bupati menilai kebersamaan tersebut menjadi gambaran kuatnya solidaritas masyarakat Jombang dalam menyambut para peserta Muktamar.
Muhammadiyah turut mengambil bagian dalam pelayanan muktamirin. Dukungan yang diberikan antara lain ribuan porsi makanan, termasuk 10.000 porsi bakso, ribuan cup mi, serta fasilitas ambulans. Muhammadiyah juga menggerakkan jaringan pelayanan kesehatannya untuk membantu menjaga kondisi kesehatan peserta selama berada di Jombang.
“Sesuai instruksi dari Ketua Umum PP Muhammadiyah, PWM Muhammadiyah, dan PD Muhammadiyah se-Jawa Timur, kami menugaskan 10 rumah sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah untuk membantu para muktamirin agar kesehatannya terjaga. Di Jombang ada tiga rumah sakit Muhammadiyah. Kami juga mendukung dengan 10 ribu porsi bakso dan telur gratis untuk para muktamirin,” jelas Sukadiono.
Sukadiono berharap Muktamar ke-35 NU dapat berjalan aman, tertib, dan lancar. Ia juga berharap forum tertinggi organisasi tersebut menghasilkan kepemimpinan yang mampu memberi manfaat lebih luas bagi bangsa dan negara.
Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU KH. Abdurrozaq Sholeh menyebut keberadaan Posko Ramah Muktamirin sangat membantu panitia dalam melayani peserta. Posko yang tumbuh atas dukungan masyarakat lintas unsur dinilai dapat mengurangi beban pelayanan Panlok selama rangkaian Muktamar.
“Adanya posko ini meringankan beban Panlok Muktamar ke-35 NU. Saya yakin, dengan adanya posko ini Muktamar ke-35 NU akan berjalan sesuai dengan yang kita harapkan,” ungkap tokoh yang akrab disapa Gus Rozaq tersebut.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemkab Jombang yang terus diberikan sejak tahap awal persiapan kegiatan.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Abah Bupati Jombang yang sejak awal telah all out membantu dan membackup semua tugas Panitia Muktamar ke-35 NU,” tambahnya.
Lima Posko Ramah Muktamirin di Kecamatan Tembelang tersebar di sejumlah lokasi, yakni Ngledok, Masjid Ar-Rahmat, Pasar Ngrawan, MWCNU Tembelang, serta Masjid Nurul Iman Bedahlawak. Titik-titik tersebut diharapkan menjadi tempat singgah sekaligus pusat pelayanan bagi muktamirin yang melintasi kawasan Tembelang.
Dukungan terhadap penyelenggaraan Muktamar juga disebut datang dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), sebanyak 200 unit becak listrik diserahkan kepada para pengayuh becak di Pendopo Kabupaten Jombang, Senin (24/8/2026).
Bantuan becak listrik tersebut diarahkan untuk membantu kegiatan operasional pengayuh becak lokal sekaligus memperkuat layanan transportasi bagi masyarakat dan peserta Muktamar. Mobilitas diperkirakan meningkat ketika ribuan muktamirin menghadiri kegiatan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas pada 27–31 Agustus 2026.
Rangkaian dukungan dari pemerintah daerah, NU, Muhammadiyah, unsur lintas agama hingga berbagai elemen masyarakat menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dalam menyambut Muktamar ke-35 NU. Pemkab Jombang bersama masyarakat terus mematangkan fasilitas dan pelayanan agar agenda nasional tersebut dapat berlangsung aman, nyaman, tertib, serta meninggalkan kesan baik bagi para muktamirin yang datang ke Kota Santri.
