Malang — Tim Pengabdian Masyarakat Bahari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) menggelar pelatihan pengolahan hasil perikanan dan strategi pemasaran bagi kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (26/7/2026).
Pelatihan yang diikuti 28 perwakilan anggota PKK tersebut mengusung konsep zero waste atau nir-limbah. Tidak hanya memanfaatkan daging ikan, kegiatan ini juga mengolah bagian tulang dan kulit ikan nila yang selama ini kerap dibuang menjadi produk pangan bernilai guna dan bernilai ekonomi. Program tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan komoditas perikanan air tawar sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Ikan nila merupakan salah satu komoditas yang banyak dimanfaatkan masyarakat di Malang Raya. Namun, pemanfaatannya selama ini masih dominan pada bagian daging, sementara tulang, kulit, dan kepala ikan belum diolah secara optimal.
Padahal, daging ikan memiliki kandungan protein hewani yang dapat menunjang pemenuhan gizi keluarga. Selain itu, kulit ikan memiliki potensi sebagai sumber protein struktural dan asam amino esensial, sedangkan tulang ikan nila mengandung kalsium dan fosfor yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta diajak mempraktikkan pembuatan tiga produk berbasis ikan nila. Daging ikan diolah menjadi crispy ball, kulit ikan dimanfaatkan sebagai keripik kulit, sementara bagian tulang diolah menjadi tepung kalsium yang kemudian digunakan sebagai bahan baku pembuatan pempek.
Inovasi tersebut diharapkan mampu menekan jumlah limbah hasil pengolahan ikan sekaligus meningkatkan nilai gizi dan nilai tambah produk yang dihasilkan masyarakat.
Tidak hanya berfokus pada proses produksi, tim Pengabdian Masyarakat Bahari FPIK UB juga memberikan pembekalan mengenai teknik pengemasan higienis serta strategi branding. Pendampingan ini diharapkan membuat produk olahan ibu-ibu PKK Desa Ngijo tampil lebih menarik, informatif, dan memiliki daya saing di pasar.
Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara interaktif melalui praktik langsung, diskusi, hingga permainan edukatif. Ketua PKK Desa Ngijo, Yuyun, mengapresiasi metode pelatihan tersebut karena mampu memberikan wawasan baru kepada masyarakat mengenai pemanfaatan seluruh bagian ikan.
“Kami memahami bahwa seluruh bagian ikan nila ternyata memiliki nilai guna dan bernilai ekonomi jika diolah dengan benar. Kami juga sangat senang dengan keaktifan dan keramahan mahasiswa KKN FPIK UB dalam mendampingi ibu-ibu,” ujar Yuyun.

Apresiasi juga disampaikan peserta pelatihan. Metode penyampaian yang komunikatif dan mudah dipahami membuat kegiatan berlangsung lebih cair dan tidak terkesan seperti penyuluhan yang kaku.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi FPIK UB dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 2 tentang Tanpa Kelaparan melalui pemenuhan asupan protein hewani dan kalsium, SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan nilai tambah produk masyarakat, serta SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penerapan pengolahan bahan baku secara nir-limbah.
Pendampingan tersebut juga menjadi implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam menjawab tantangan pengelolaan lingkungan sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penerapan keilmuan di bidang perikanan dan kelautan.
