Malang – Mahasiswa Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Bahari Kelompok 10 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Brawijaya menggelar sosialisasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di SDN 2 Curungrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam meningkatkan kesadaran anak-anak mengenai pentingnya konsumsi ikan sebagai sumber protein hewani sekaligus mendukung pencegahan stunting sejak usia dini. Kegiatan didampingi Dosen Pembimbing Lapang, Dr. Mochammad Fattah, S.Pi., M.Si.

Sebanyak 60 siswa mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas 15 siswa kelas IV, 22 siswa kelas V, dan 23 siswa kelas VI. Siswa berusia sekitar 10 hingga 12 tahun menjadi sasaran edukasi karena berada pada fase penting pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif yang membutuhkan asupan nutrisi memadai, termasuk protein hewani dan asam lemak Omega-3.
Dr. Mochammad Fattah mengatakan, edukasi gizi sejak usia sekolah memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan pola makan sehat pada generasi muda. Menurutnya, pemenuhan gizi anak tidak cukup hanya memastikan mereka merasa kenyang, tetapi juga harus memperhatikan kualitas makanan yang dikonsumsi.
“Upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas SDM bukan hanya soal memberikan makanan agar anak kenyang, tetapi bagaimana memastikan kualitas ‘isi piring’ yang dikonsumsi sehari-hari benar-benar terpenuhi gizinya. Ikan merupakan salah satu sumber protein hewani terbaik yang kaya mikronutrien esensial bagi kecerdasan otak anak,” ujar Mochammad Fattah.

Agar materi mudah dipahami siswa, mahasiswa PKM Bahari menggunakan metode edukasi partisipatif dan interaktif. Kegiatan diawali dengan perkenalan, ice breaking, permainan edukatif, hingga pemaparan mengenai gizi dengan bantuan proyektor dan Buku Saku Penjelajah Gemarikan.
Para siswa kemudian mengikuti lomba menggambar dan mewarnai bertema Gemarikan. Aktivitas tersebut dirancang agar pesan mengenai konsumsi ikan dan gizi seimbang dapat disampaikan melalui metode belajar yang menyenangkan.
Koordinator Desa PKM-Bahari Curungrejo, Digo, mengatakan kegiatan tersebut juga bertujuan mengubah pandangan anak-anak bahwa mengonsumsi ikan bukan sesuatu yang membosankan.
“Kami ingin menghapus anggapan bahwa makan ikan itu membosankan. Lewat lomba mewarnai, kuis interaktif, dan media visual yang ramah anak, adik-adik SDN 2 Curungrejo sangat antusias. Harapannya, semangat ini menular hingga ke lingkungan rumah agar budaya gemar makan ikan melekat kuat dalam kebiasaan sehari-hari,” kata Digo.
Selain memberikan edukasi secara langsung, mahasiswa juga menyerahkan Buku Modul Edukasi Gemarikan kepada pihak sekolah. Modul tersebut diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran berkelanjutan di perpustakaan maupun di masing-masing kelas.
Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh perwakilan mahasiswa PKM-Bahari FPIK UB, Wira, kepada Kepala SDN 2 Curungrejo, Irwan Meirikha. Dokumentasi penyerahan modul tersebut juga terlihat pada foto halaman lima naskah kegiatan.
“Penyerahan modul Gemarikan ini kami dedikasikan sebagai panduan edukasi berkelanjutan bagi bapak dan ibu guru serta adik-adik di SDN 2 Curungrejo. Kami berharap modul ini menjadi sarana belajar yang terus digunakan dan diwariskan,” ujar Wira.
Kepala SDN 2 Curungrejo menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi kepedulian mahasiswa FPIK UB dalam meningkatkan literasi gizi para siswa.

Untuk mengetahui pemahaman siswa setelah mengikuti kegiatan, tim mahasiswa juga memberikan post-test berupa teka-teki silang dan uraian singkat. Berdasarkan naskah kegiatan, evaluasi tersebut menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan pemberian penghargaan kepada pemenang lomba menggambar dari masing-masing kelas serta foto bersama.
Program Gemarikan tersebut juga diarahkan untuk mendukung sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), yakni SDG 2 tentang Zero Hunger, SDG 3 tentang Good Health and Well-being, SDG 4 tentang Quality Education, serta SDG 17 tentang Partnerships for the Goals.
Melalui edukasi gizi, aktivitas kreatif, serta penyediaan modul pembelajaran, mahasiswa PKM Bahari FPIK UB berharap kebiasaan mengonsumsi ikan tidak berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi terus berkembang di lingkungan sekolah maupun keluarga.
Harapannya, budaya gemar makan ikan dapat semakin mengakar di Desa Curungrejo dan ikut mendukung lahirnya generasi yang sehat, cerdas, aktif, serta memiliki daya saing.
