Bondowoso – “Jangan hanya menjadi penonton” menjadi pesan yang menggema di tengah perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi Bondowoso (Harjabo) ke-207. Putra daerah sekaligus pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Ali Hasan Mun’im (AHM), menyerukan agar generasi muda berani keluar dari zona nyaman dan mengambil posisi sebagai penggerak utama pembangunan serta ekonomi di tanah kelahirannya.
Ajakan itu disampaikan bertepatan dengan rangkaian perayaan kemerdekaan yang dilaksanakan Keluarga Besar SPPG di bawah naungan AHM di Bondowoso. Dengan membawa semangat “Bersatu, Berjuang, Berkarya untuk Indonesia Maju”, kegiatan tersebut dirancang bukan hanya sebagai hiburan masyarakat, tetapi juga sebagai ruang memperkuat solidaritas, gotong royong, keberanian berkarya dan optimisme anak muda menghadapi masa depan daerah.
“Selamat Hari Jadi Kabupaten Bondowoso ke-207! Ini bukan sekadar perayaan tahunan. Ini adalah momentum kebangkitan. Jangan pernah minder karena kita lahir di daerah. Singkirkan mental penonton! Pemuda Bondowoso harus berdiri di depan, berani mengambil risiko dan menjadi aktor utama yang menggerakkan ekonomi tanah kelahiran kita sendiri,” tegas AHM.
Menurut Ali, Bondowoso menyimpan modal besar yang masih dapat dikembangkan lebih jauh. Kekayaan budaya, sektor pariwisata hingga keberadaan Ijen Geopark dinilainya dapat menjadi fondasi tumbuhnya usaha-usaha baru. Karena itu, generasi muda didorong tidak berhenti sebagai penikmat potensi daerah, melainkan terlibat dalam pengelolaan, pengembangan produk dan penciptaan nilai tambah ekonomi.
“Bondowoso punya kekayaan budaya yang luar biasa. Kita punya pesona Ijen Geopark yang diakui dunia. Pertanyaannya, mau sampai kapan potensi sebesar ini hanya menjadi penonton bagi kita sendiri? Anak muda harus berani mengambil bagian, mengelola potensi daerah dan menciptakan nilai ekonomi dari kekayaan yang kita miliki,” ujarnya.
Semangat kebersamaan itu turut diterjemahkan melalui kolaborasi empat SPPG, masing-masing SPPG Pancoran, SPPG Sukowiryo, SPPG Karanganyar dan SPPG Kademangan 03. Mereka mengadakan sejumlah perlombaan dalam rangka perayaan 17 Agustus yang melibatkan relawan serta masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat hubungan antarpeserta sekaligus menumbuhkan semangat partisipasi di lingkungan setempat.
Rangkaian kegiatan mencapai puncaknya pada “Semarak Malam Puncak HUT RI ke-81” di SPPG Pancoran, Minggu (16/8/2026) malam. Acara yang dimulai pukul 19.00 WIB itu mengedepankan prinsip “Dari Relawan, Oleh Relawan dan Untuk Relawan”. Sejumlah pengisi acara ikut memeriahkan kegiatan, di antaranya Larasati Musik, MC Mumun Cuaca, Olivia Aluna, Ayu Ghandi dan Sonia Anggita.
Bagi AHM, kemeriahan pesta rakyat tersebut memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar hiburan. Ia memandang pembangunan daerah hanya dapat berjalan kuat ketika masyarakat memiliki rasa kebersamaan, keberanian mengambil peran serta kemauan untuk bergerak bersama. Generasi muda dinilai memiliki posisi strategis karena mereka akan menjadi pelaku utama dalam menentukan arah perekonomian dan pembangunan Bondowoso ke depan.
Ali sendiri dikenal sebagai pengusaha yang menjalankan usaha tambak udang dan lobster di Situbondo serta sektor properti di Jember. Ia juga memiliki empat Dapur SPPG yang mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pengalaman dan jejaring tersebut, menurutnya, dapat dimanfaatkan untuk membuka lebih banyak peluang bagi anak-anak muda Bondowoso yang memiliki tekad mengembangkan usaha.
“Melalui jaringan Kadin, saya siap membuka jalan dan memperluas akses. Tetapi kalian yang harus berlari menjemput peluang. Jangan takut gagal. Jangan takut memulai dari kecil. Yang penting berani bergerak dan terus belajar,” katanya.
AHM yang merupakan alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) kini dipercaya sebagai Wakil Ketua Komite Tetap Pembiayaan Fiskal Perumahan Kadin Indonesia serta menjadi bagian dari kepengurusan pusat Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA). Ia berharap peringatan kemerdekaan dan Hari Jadi Bondowoso dapat menjadi energi pendorong bagi munculnya generasi baru pengusaha lokal yang lebih mandiri, tangguh dan mampu bersaing di tingkat nasional.
“Dari bumi Ki Ronggo harus lahir pengusaha-pengusaha muda tangguh yang mampu berbicara di level nasional. Mari kita bangkit, bergerak dan berani mengambil peran. Kemerdekaan bukan hanya bebas dari penjajahan, tetapi juga bebas dari mental minder dan ketergantungan,” tandasnya.
Menurut Ali, semangat kemerdekaan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, mulai dari keberanian memulai usaha, meningkatkan kemampuan, membangun jaringan hingga mengolah potensi lokal menjadi sumber ekonomi baru. Dengan keterlibatan aktif generasi muda, Bondowoso dinilai memiliki peluang lebih besar untuk melahirkan pelaku usaha yang tidak hanya berkembang di daerah, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas.
Momentum HUT ke-81 RI dan Harjabo ke-207 pun menjadi pengingat bahwa masa depan Bondowoso tidak cukup hanya ditunggu. Generasi mudanya diharapkan berani menentukan arah, menciptakan peluang dan menjadi bagian utama dari pembangunan ekonomi daerah melalui karya, inovasi serta keberanian mengambil tanggung jawab.
