Bondowoso – Kerja bersama para peternak di pelosok desa kini memasuki panggung penilaian tingkat provinsi. Kelompok Ternak Beddoes Merah di Desa Ramban Kulon, Kecamatan Cermee, Kabupaten Bondowoso, menerima kunjungan tim juri Lomba Kelompok Peternak Berprestasi tingkat Jawa Timur pada Rabu (5/8/2026).
Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi kelompok yang dipimpin Andri Mustofa untuk memperlihatkan berbagai kegiatan, tata kelola, serta inovasi peternakan yang dikembangkan bersama para anggota. Dalam proses penilaian, kelompok harus menunjukkan bukan hanya hasil usaha ternak, tetapi juga kekompakan organisasi dan kesinambungan program yang dijalankan.
Tim penilai yang datang berjumlah empat orang. Rombongan dipimpin Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Provinsi Jawa Timur, drh. Yeny Winari Asturi, M.Agr. Para juri memeriksa sejumlah aspek, mulai dari kelengkapan administrasi, tingkat partisipasi anggota, penerapan teknik budi daya, hingga inovasi yang memberi nilai tambah bagi kegiatan peternakan.
Ketua Kelompok Ternak Beddoes Merah, Andri Mustofa, menyampaikan terima kasih kepada Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bondowoso yang secara konsisten memberikan pembinaan. Menurutnya, pendampingan dari tenaga teknis telah membantu anggota memahami cara pengelolaan ternak yang lebih baik dan terarah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bondowoso yang selama ini terus mendampingi kelompok kami. Pendampingan dari petugas medik, paramedik dan inseminator sangat membantu kami dalam mengembangkan peternakan,” ujar Andri.
Pendampingan tersebut mencakup berbagai kebutuhan kelompok, seperti kesehatan hewan, pengelolaan reproduksi, peningkatan kualitas budi daya, serta penataan administrasi. Kehadiran petugas medik veteriner, paramedik, dan inseminator dinilai memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pengetahuan para anggota.
Andri berharap pembinaan dari pemerintah daerah terus dilakukan secara berkelanjutan. Ia menilai keikutsertaan dalam perlombaan tingkat provinsi tidak hanya menjadi kesempatan untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi seluruh anggota kelompok.
“Harapan kami, pendampingan dan pembinaan ini terus dilakukan. Kami ingin semakin meningkatkan kualitas kelompok, baik dalam budi daya, administrasi maupun inovasi. Semoga keikutsertaan dalam lomba tingkat Jawa Timur ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus belajar dan berkembang,” imbuhnya.
Ia menambahkan, peningkatan kapasitas kelompok diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi para anggota. Pengelolaan peternakan yang tertib dan inovatif juga dinilai berpotensi menciptakan usaha yang lebih mandiri serta mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bondowoso, Hendri Widotono, S.Pt., M.P., menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus membina kelompok peternak. Pembinaan dilakukan melalui tenaga teknis yang tersebar di lapangan, baik petugas medik, paramedik, maupun inseminator.
Pendampingan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia, produktivitas peternakan, kesehatan ternak, serta inovasi usaha. Pemerintah daerah juga mendorong kelompok agar semakin tertib dalam pencatatan administrasi dan aktif menjalankan kegiatan organisasi.
“Kami memberikan apresiasi kepada kelompok ternak, mulai dari kelompok sapi, Beddoes dan kelompok lainnya yang selama ini konsisten serta terus berperan aktif dalam berbagai perlombaan. Ini menunjukkan bahwa kelompok ternak di Bondowoso memiliki semangat untuk maju dan meningkatkan kualitasnya,” kata Hendri.
Menurut Hendri, keikutsertaan kelompok peternak dalam perlombaan tidak seharusnya dipandang hanya sebagai upaya mengejar gelar juara. Ajang tersebut dapat menjadi ruang evaluasi untuk mengetahui kekuatan dan kekurangan kelompok dalam mengelola organisasi maupun usaha peternakan.
Melalui proses penilaian, kelompok juga dapat memperoleh masukan untuk memperbaiki tata kelola, meningkatkan keaktifan anggota, memperkuat kualitas budi daya, dan mengembangkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pengalaman mengikuti perlombaan diharapkan menumbuhkan kepercayaan diri serta semangat untuk terus berkembang.
“Yang terpenting adalah bagaimana kegiatan ini bisa menjadi motivasi bagi kelompok untuk terus berkembang. Kami dari dinas akan terus memberikan pendampingan agar kelompok peternak semakin mandiri, produktif dan mampu berprestasi,” pungkasnya.
Penilaian terhadap Kelompok Ternak Beddoes Merah menunjukkan bahwa kegiatan peternakan di perdesaan Bondowoso terus tumbuh. Kolaborasi antara anggota kelompok dan pemerintah daerah menjadi modal penting untuk melahirkan peternak yang produktif, tertib, inovatif, serta mampu bersaing di tingkat Jawa Timur.
