Bekasi – Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Penugasan Fakultas/Sekolah Pascasarjana (PPM-PFP) melalui pelatihan bertajuk “Pelatihan Penggunaan Bahan Ajar Inovatif Children’s Story Books sebagai Bentuk Implementasi Joyful Learning di Sekolah Dasar Wilayah Kota Bekasi.”
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam mendukung peningkatan kompetensi guru sekolah dasar melalui pemanfaatan bahan ajar inovatif yang mampu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan atau joyful learning.
Pelatihan dilaksanakan dengan melibatkan kepala sekolah dan guru-guru sekolah dasar di wilayah Kota Bekasi. Kegiatan diawali dengan proses registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan oleh Master of Ceremony (MC), sambutan dari Koordinator Program Studi PGSD FIP UNJ Dr. Nina Nurhasanah, M.Pd., serta sambutan dari Kepala SDN Margahayu V sebagai tuan rumah kegiatan.
Setelah pembukaan, seluruh peserta mengikuti sesi dokumentasi bersama sebagai bentuk komitmen kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah.
Pretest Memetakan Pengetahuan Awal Peserta
Sebelum memasuki sesi materi, peserta terlebih dahulu mengerjakan pretest. Kegiatan ini bertujuan memetakan pengetahuan awal guru mengenai penggunaan children’s story books, konsep joyful learning, serta pemanfaatannya dalam proses pembelajaran di sekolah dasar.
Hasil pretest menjadi dasar bagi tim pengabdian dalam menyampaikan materi agar sesuai dengan kebutuhan peserta, sekaligus memberikan pengalaman kepada guru mengenai pentingnya asesmen awal sebelum proses pembelajaran berlangsung.

Pentingnya Children’s Story Books dalam Pendidikan Karakter
Materi pertama disampaikan oleh Dr. Nina Nurhasanah, M.Pd. dengan tema “Pentingnya Penggunaan Storybook dalam Pembelajaran Nilai dan Moral.”
Dalam paparannya dijelaskan bahwa children’s story books tidak hanya berfungsi sebagai media untuk meningkatkan kemampuan membaca, tetapi juga menjadi sarana efektif dalam menanamkan nilai-nilai karakter, moral, empati, tanggung jawab, serta sikap sosial peserta didik.
Melalui cerita yang dekat dengan kehidupan anak, guru dapat menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna sekaligus menyenangkan.
Joyful Learning Mendorong Pembelajaran Bermakna
Sesi kedua disampaikan oleh Dr. Mira Amelia Amri, M.Pd. mengenai “Implementasi Joyful Learning dalam Pembelajaran.”
Pada sesi ini peserta diajak memahami bahwa pembelajaran yang efektif tidak selalu identik dengan suasana yang serius, melainkan dapat dibangun melalui aktivitas yang menyenangkan, interaktif, dan melibatkan siswa secara aktif.
Berbagai contoh penerapan joyful learning menggunakan children’s story books diperlihatkan sehingga guru memperoleh inspirasi dalam merancang pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif, dan berpusat pada peserta didik.
Storybook sebagai Sarana Meningkatkan Literasi Sains
Materi ketiga disampaikan oleh Dessy Norma Juita, M.Pd. dengan topik “Penggunaan Storybook dalam Peningkatan Literasi Science.”
Dijelaskan bahwa buku cerita dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan konsep-konsep sains secara kontekstual kepada siswa sekolah dasar. Cerita yang dikemas secara menarik mampu membangun rasa ingin tahu siswa, meningkatkan kemampuan berpikir ilmiah, sekaligus mengembangkan kemampuan literasi membaca dan literasi sains secara bersamaan.

Mengenalkan Platform Digital Let’s Read
Selanjutnya, Venna Puspita Sari, S.Pd., M.A. menyampaikan materi mengenai “Pemanfaatan Aplikasi Let’s Read sebagai Bahan Ajar.”
Pada sesi ini peserta diperkenalkan dengan platform digital Let’s Read yang menyediakan berbagai koleksi buku cerita anak dalam beragam bahasa dan jenjang kemampuan membaca.
Guru diajak mempraktikkan cara mencari, memilih, dan memanfaatkan buku digital sebagai sumber belajar yang menarik serta mudah diakses, baik di sekolah maupun di rumah.
Mengembangkan LKPD Berbasis Storybook
Materi terakhir disampaikan oleh Dr. Laely Farokhah mengenai “Penggunaan Storybook dalam Pembuatan LKPD.”
Peserta memperoleh pendampingan mengenai cara mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang terintegrasi dengan children’s story books. Dengan demikian, aktivitas pembelajaran tidak hanya berfokus pada membaca cerita, tetapi juga mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi siswa melalui berbagai aktivitas yang dirancang dalam LKPD.
Diskusi Interaktif dan Refleksi Bersama
Setelah seluruh materi selesai disampaikan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai pemilihan buku cerita yang sesuai, strategi implementasi di kelas, hingga pengintegrasian storybook dengan Kurikulum Merdeka.
Diskusi berlangsung interaktif dan menjadi wadah berbagi pengalaman antarguru.
Posttest Mengukur Peningkatan Pemahaman Guru
Sebagai bentuk evaluasi kegiatan, seluruh peserta mengikuti posttest. Hasil posttest dibandingkan dengan hasil pretest untuk melihat peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan.
Selain menjadi alat evaluasi bagi tim pengabdian, posttest juga menjadi sarana refleksi bagi guru terhadap kompetensi yang telah diperoleh selama mengikuti pelatihan.

Komitmen UNJ Mendukung Inovasi Pembelajaran Sekolah Dasar
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Universitas Negeri Jakarta menegaskan komitmennya untuk terus mendukung peningkatan kompetensi profesional guru sekolah dasar melalui berbagai inovasi pembelajaran.
Pemanfaatan children’s story books sebagai bahan ajar inovatif diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih menyenangkan, bermakna, dan berpusat pada peserta didik, sekaligus memperkuat budaya literasi di sekolah dasar.
Kegiatan ini juga mempererat sinergi antara Universitas Negeri Jakarta dengan sekolah-sekolah di Kota Bekasi dalam mewujudkan pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21.
Sejalan dengan semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi, hasil kegiatan diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi guru, peserta didik, serta peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.
