Jambi – “Ilmu adalah amanah yang harus memberi manfaat.” Semangat itulah yang tercermin dalam perjalanan akademik Dr. Hadial Putra, M.Ag, dosen Universitas Siber Muhammadiyah (USM) Yogyakarta, yang resmi meraih gelar doktor setelah sukses mempertahankan disertasinya pada Sidang Terbuka Promosi Doktor di Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Capaian tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan akademiknya sekaligus memperkuat kontribusi terhadap pengembangan pendidikan berbasis budaya.
Dalam sidang promosi doktor tersebut, Hadial Putra mempresentasikan disertasi berjudul “Manajemen Aliansi Masyarakat Adat Nusantara dalam Mendorong Sekolah Adat Kerinci.” Penelitian ini mengulas bagaimana strategi kolaborasi antara Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), komunitas adat, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan mampu memperkuat keberlangsungan Sekolah Adat Kerinci sebagai wadah pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai budaya lokal. Kajian tersebut juga menyoroti pentingnya tata kelola yang melibatkan berbagai pihak agar pendidikan adat tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
“Pencapaian ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, mengabdi kepada masyarakat, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan, bangsa, dan umat,” ujarnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan komitmen Hadial Putra untuk terus mengembangkan keilmuan sekaligus memperluas manfaat hasil penelitian bagi masyarakat. Baginya, gelar doktor bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi juga amanah untuk menghadirkan solusi melalui riset, pengabdian, dan inovasi pendidikan yang berpihak pada kepentingan masyarakat.
Secara akademis, disertasi yang disusunnya memberikan kontribusi terhadap pengembangan model pengelolaan sekolah adat melalui pendekatan manajemen kolaboratif. Penelitian tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan sekolah adat tidak hanya bergantung pada komunitas adat semata, tetapi juga membutuhkan dukungan berkelanjutan dari pemerintah, akademisi, organisasi masyarakat, hingga berbagai lembaga yang memiliki perhatian terhadap pelestarian budaya. Sinergi tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga identitas budaya masyarakat Kerinci sekaligus memperkuat sistem pendidikan berbasis kearifan lokal.
Keberhasilan meraih gelar doktor juga mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Banyak pihak berharap capaian tersebut semakin memperluas kiprah Hadial Putra dalam dunia pendidikan tinggi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, hasil riset yang telah dihasilkan diharapkan menjadi referensi ilmiah dalam penyusunan kebijakan maupun program yang berkaitan dengan pengembangan sekolah adat di berbagai daerah di Indonesia.
Selama ini, Hadial Putra dikenal aktif mengangkat isu-isu pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta pelestarian budaya adat melalui berbagai kegiatan akademik maupun sosial. Konsistensinya dalam meneliti pendidikan berbasis kearifan lokal menunjukkan perhatian terhadap pentingnya menjaga nilai-nilai tradisi agar tetap hidup di tengah arus modernisasi. Pendekatan tersebut dinilai mampu memperkuat karakter generasi muda sekaligus mempertahankan warisan budaya sebagai bagian dari identitas bangsa.
Pencapaian akademik ini diharapkan menjadi motivasi bagi kalangan akademisi untuk terus menghasilkan penelitian yang memiliki dampak nyata bagi masyarakat. Di sisi lain, keberadaan sekolah adat sebagai ruang pembelajaran berbasis budaya juga semakin mendapat perhatian sebagai salah satu alternatif pendidikan yang memperkuat nilai karakter, identitas lokal, dan keberlanjutan budaya Indonesia.
Ke depan, karya ilmiah dan pengabdian yang dilakukan Dr. Hadial Putra diharapkan terus memberikan manfaat bagi pengembangan pendidikan nasional. Melalui riset yang berorientasi pada pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat, kontribusinya diharapkan mampu mendukung lahirnya kebijakan pendidikan yang lebih inklusif, berkelanjutan, serta menghargai kekayaan kearifan lokal di berbagai wilayah Indonesia.
