Jember – Ratusan warga, yang didominasi kaum ibu, menghadiri pertemuan kelompok pengajian dalam rangkaian kegiatan Bunga Desaku yang digelar di Desa Sumber Pinang, Kecamatan Pakusari, Senin (20/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus sosialisasi berbagai program unggulan Pemerintah Kabupaten Jember.
Dalam sambutannya, Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan kehadirannya bukan untuk berkampanye, melainkan untuk bersilaturahmi dan memohon doa agar Kabupaten Jember semakin maju.
“Saya datang bukan untuk kampanye, tetapi saya mohon doanya semoga Jember ke depan lebih maju. Saya juga minta tolong agar ibu-ibu ikut menyebarluaskan berbagai program Pemerintah Kabupaten Jember kepada masyarakat,” ujar Fawait.
Salah satu program yang disosialisasikan adalah Universal Health Coverage (UHC) yang memberikan jaminan pelayanan kesehatan gratis bagi seluruh warga ber-KTP Jember di rumah sakit di seluruh Indonesia.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Jember telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp400 miliar untuk sektor kesehatan. Anggaran tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi warga yang sakit, tetapi juga mencakup pemeriksaan ibu hamil hingga layanan persalinan secara gratis.
“Pelayanan bagi pasien UHC maupun pasien umum harus sama, tidak boleh ada perbedaan perlakuan,” tegasnya.
Selain kesehatan, Bupati juga mengingatkan pentingnya mencegah pernikahan usia dini. Ia mengimbau para orang tua agar tidak menikahkan anak sebelum berusia 21 tahun demi masa depan yang lebih baik.
Di bidang pendidikan, Pemkab Jember juga terus memperluas akses beasiswa. Tahun ini, program beasiswa tidak hanya menyasar pelajar dan mahasiswa, tetapi juga memberikan kesempatan bagi anak-anak guru ngaji serta pengurus atau ketua kelompok pengajian. Bahkan, pemerintah daerah mulai memberikan insentif kepada para ketua pengajian sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam pembinaan masyarakat.
Bupati Fawait juga mengingatkan masyarakat agar tidak ragu melaporkan apabila menemukan praktik pungutan liar atau pelayanan publik yang tidak sesuai ketentuan.
“Kalau ada pelayanan kesehatan yang dibeda-bedakan atau masih ada yang meminta biaya dalam pengurusan administrasi kependudukan, silakan laporkan melalui layanan Wadul Gus’e di nomor WhatsApp 0811-3031-1188,” katanya.
Ia menjelaskan, saat ini pengurusan administrasi kependudukan semakin mudah. Pencetakan KTP elektronik maupun dokumen kependudukan lainnya sudah dapat dilakukan di kantor kecamatan masing-masing secara gratis tanpa harus datang ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil).
Selain itu, untuk permohonan perubahan data yang memerlukan penetapan pengadilan, kini masyarakat tidak perlu lagi keluar daerah. Pemkab Jember telah bekerja sama dengan Pengadilan sehingga sidang pelayanan administrasi kependudukan dilaksanakan dua kali setiap bulan pada hari Jumat di Dispendukcapil Jember, dengan dokumen dapat diselesaikan pada hari yang sama.
Melalui kegiatan Bunga Desaku, Pemerintah Kabupaten Jember berharap masyarakat semakin memahami berbagai program pelayanan publik sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah dengan warga hingga tingkat desa.
