Malang – Sebanyak 745 mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Brawijaya (UB) resmi diterjunkan ke 40 lokasi pengabdian, meliputi 39 desa di Kabupaten Malang serta Pulau Saseel, Kabupaten Sumenep, melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Bahari (BAHARI) 2026. Selama lebih dari satu bulan, mahasiswa akan mendampingi masyarakat dengan membawa berbagai inovasi di bidang kelautan, perikanan, pemberdayaan ekonomi, hingga digitalisasi desa sebagai bentuk implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Program BAHARI menjadi salah satu agenda strategis FPIK UB dalam menjembatani hasil pendidikan, penelitian, dan pengabdian agar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Mahasiswa tidak hanya belajar menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga dituntut mampu memahami kebutuhan masyarakat serta menghadirkan solusi yang sesuai dengan potensi lokal di setiap desa.
Pelepasan mahasiswa dilaksanakan di Lapangan Basket FPIK UB dan dipimpin langsung oleh Dekan FPIK UB, Prof. Dr.Sc. Asep Awaludin Prihanto, S.Pi., M.P., didampingi Ketua Badan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BPPM) FPIK UB beserta jajaran pimpinan fakultas. Dalam arahannya, Dekan menegaskan bahwa kegiatan pengabdian merupakan ruang belajar yang tidak dapat diperoleh sepenuhnya di dalam kelas.
“Di kampus kita terbiasa berada di lingkungan yang memiliki latar belakang dan cara berpikir yang relatif sama. Ketika terjun ke masyarakat, mahasiswa akan bertemu dengan karakter, kebutuhan, dan cara pandang yang sangat beragam. Di sanalah kemampuan berkomunikasi, beradaptasi, dan menyelesaikan persoalan nyata akan benar-benar terasah,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap mahasiswa membawa nama baik Universitas Brawijaya selama menjalankan pengabdian.

“Kalian adalah duta FPIK Universitas Brawijaya. Jaga sikap, bangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, dan berikan kontribusi terbaik. Keberhasilan pengabdian bukan hanya diukur dari terlaksananya program kerja, tetapi dari manfaat yang masih dirasakan masyarakat setelah kegiatan selesai,” pesannya.
Berbeda dengan program pengabdian pada umumnya, BAHARI 2026 mengintegrasikan kegiatan mahasiswa dengan program yang telah dirancang bersama dosen pembimbing lapang berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan masyarakat. Pendekatan ini memungkinkan berbagai inovasi dan hasil penelitian sivitas akademika FPIK UB dapat diterapkan secara langsung sehingga memberikan dampak yang lebih nyata bagi desa mitra.
Berbagai program akan dilaksanakan sesuai karakteristik wilayah masing-masing. Mulai dari penguatan budidaya perikanan, pemberdayaan UMKM berbasis hasil perikanan, pengembangan wisata bahari, konservasi lingkungan, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pembangunan desa. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas masyarakat sekaligus memperkuat potensi ekonomi lokal.
Salah satu inovasi yang akan diterapkan berada di Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, melalui program Digital Branding dan Pengembangan Edu-Wisata Akuatik Berbasis QR Code yang dikembangkan oleh dosen pembimbing lapang. Program ini bertujuan memperkuat promosi wisata berbasis sumber daya air melalui pemanfaatan media digital, sekaligus menghadirkan sistem informasi wisata berbasis QR Code yang memungkinkan pengunjung mengakses informasi mengenai potensi wisata dan edukasi lingkungan secara interaktif menggunakan telepon pintar. Selain meningkatkan pengalaman wisata, program ini juga diharapkan mampu memperluas promosi desa, meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola konten digital, serta membuka peluang ekonomi baru melalui pengembangan wisata berbasis edukasi dan konservasi.
Ketua BPPM FPIK UB menyampaikan bahwa Program BAHARI dirancang sebagai media hilirisasi ilmu pengetahuan dan inovasi yang dihasilkan perguruan tinggi. Melalui kolaborasi antara dosen, mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, berbagai solusi yang dikembangkan di kampus diharapkan dapat menjawab kebutuhan riil di lapangan sekaligus membangun kemitraan yang berkelanjutan.
Pelaksanaan Program BAHARI 2026 juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (No Poverty) melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat, SDG 4 (Quality Education) melalui pembelajaran berbasis pengalaman nyata bagi mahasiswa dan transfer pengetahuan kepada masyarakat, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui penguatan potensi ekonomi lokal, SDG 14 (Life Below Water) melalui pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa yang mandiri dan berdaya saing.
Melalui Program BAHARI 2026, FPIK Universitas Brawijaya kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga mampu memberikan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. Dengan melibatkan ratusan mahasiswa dan pendampingan langsung dari dosen, program ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran yang bermakna bagi mahasiswa sekaligus menghadirkan inovasi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendorong pembangunan wilayah berbasis kelautan dan perikanan secara berkelanjutan.
