Mojokerto – Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Pesan itulah yang kembali ditegaskan Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, saat mengajak masyarakat membangun kebiasaan hidup sehat sebagai upaya menekan angka Penyakit Tidak Menular (PTM). Menurutnya, perubahan pola hidup menjadi kunci penting untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan produktif di tengah meningkatnya tantangan kesehatan pada era modern.
Ajakan tersebut disampaikan Ning Ita, saat menghadiri kegiatan Sinergi Kader Motivator dalam Evaluasi dan Penguatan Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular Menuju Masyarakat Sehat di Balai Pertemuan Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Rabu (8/7/2026). Kegiatan itu diikuti kader motivator, Tim Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM), tenaga kesehatan, serta penyuluh keluarga berencana yang selama ini berperan langsung dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.
Dalam arahannya, Ning Ita menekankan bahwa tingginya angka penyakit tidak menular sangat dipengaruhi oleh kebiasaan hidup sehari-hari. Karena itu, para kader kesehatan dan seluruh unsur yang terlibat diminta tidak hanya menyampaikan edukasi kepada masyarakat, tetapi juga memberikan contoh nyata dalam menerapkan pola hidup sehat di lingkungan masing-masing.
“PTM itu faktor utamanya bersumber dari pola hidup manusianya. Oleh karena itu, tugas kita bersama di sini adalah memberikan edukasi sekaligus keteladanan yang nyata di tengah masyarakat tentang bagaimana menerapkan gaya hidup yang sehat,” kata Ning Ita.
Ia juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dan layanan digital membawa perubahan besar terhadap gaya hidup masyarakat. Kemudahan memperoleh makanan melalui layanan pesan-antar maupun meningkatnya aktivitas yang lebih banyak dilakukan di depan layar membuat masyarakat cenderung kurang bergerak dan lebih sering mengonsumsi makanan olahan yang tinggi gula, garam, maupun lemak.
“Pilihlah makanan yang real food dan kurangi jajanan olahan. Selain itu, mari luangkan waktu untuk bergerak aktif minimal setengah jam setiap hari. Olahraganya disesuaikan dengan usia saja, tidak harus yang berat, yang terpenting adalah istiqomah atau konsisten,” pesannya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Mojokerto pada tahun 2026, jumlah penderita diabetes telah mencapai 3.987 orang, sementara kasus hipertensi tercatat sekitar 8.500 penderita. Selain itu, pada semester pertama tahun ini ditemukan 15 kasus baru kanker serviks. Data tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah untuk terus memperkuat langkah promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan yang berkesinambungan.
Ning Ita juga mengajak masyarakat agar tidak mengabaikan pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai bentuk deteksi dini terhadap berbagai penyakit. Khusus bagi perempuan yang telah menikah, ia mendorong agar rutin menjalani pemeriksaan Pap Smear guna mendeteksi kemungkinan kanker leher rahim sejak tahap awal sehingga peluang keberhasilan penanganan menjadi lebih besar.
“Kanker leher rahim kalau diketahui sejak awal, penanganan bisa segera dilakukan. Monggo ibu-ibu, jangan takut melakukan Pap Smear sebelum terlambat ke stadium lanjut,” imbau Ning Ita.
Menurutnya, upaya pencegahan penyakit tidak menular tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah ataupun tenaga kesehatan. Diperlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar kesadaran hidup sehat semakin meningkat dan mampu menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari. Peran kader kesehatan, penyuluh, serta tokoh masyarakat dinilai sangat strategis dalam membangun perubahan perilaku yang berkelanjutan.
Di akhir kegiatan, Ning Ita berharap sinergi lintas sektor yang telah terbangun dapat semakin memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat Kota Mojokerto. Ia optimistis bahwa dengan komitmen bersama untuk menjaga pola makan, meningkatkan aktivitas fisik, serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, kualitas hidup masyarakat akan terus meningkat dan mampu mendukung produktivitas daerah.
“Mari kita jaga pola hidup, pilih asupan yang sehat, aktif bergerak, dan rutin memeriksakan kesehatan. Dengan sinergi dan komitmen bersama, insyaallah masyarakat Kota Mojokerto akan semakin sehat, bugar, dan produktif,” pungkasnya.
