Bondowoso – Pepohonan yang berdiri di sepanjang Jalan Tamansari, Kabupaten Bondowoso, kini menjadi perhatian masyarakat. Di balik rindangnya pepohonan tersebut, sejumlah batang dan ranting terlihat mulai mengering serta rapuh sehingga memunculkan kekhawatiran pengguna jalan. Kondisi itu diibaratkan seperti “bom waktu” yang sewaktu-waktu dapat membahayakan jika diterpa angin kencang.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Selasa (7/7/2026), beberapa pohon yang berada di depan Kantor Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) dan Markas PMI Bondowoso tampak mengalami kerusakan. Sejumlah ranting terlihat mati dan mengering, sementara sebagian batang menunjukkan kondisi yang dinilai tidak lagi prima. Lokasi tersebut merupakan salah satu ruas jalan dengan aktivitas kendaraan yang cukup tinggi setiap harinya sehingga potensi risiko menjadi perhatian masyarakat.
“Kami merasa khawatir, takut ranting atau malah pohon itu roboh. Jadi saya agak ngebut kalau sudah melintas di sana,” ujar Rizqi, warga Kelurahan Nangkaan RT 01.
Menurut Rizqi, kondisi pohon yang tampak rapuh semestinya segera diperiksa oleh instansi yang berwenang. Ia berharap dilakukan penilaian terhadap kesehatan pohon sekaligus pemangkasan pada ranting maupun pohon yang dianggap berpotensi membahayakan agar tidak menimbulkan insiden di kemudian hari.
“Kami berharap segera ada tindakan. Jangan sampai menunggu ada korban dulu baru dilakukan penanganan,” tambahnya.
Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Dalam beberapa waktu terakhir, angin kencang dilaporkan kerap terjadi di wilayah Bondowoso. Apabila kondisi pohon yang telah mengering dibiarkan tanpa penanganan, dikhawatirkan ranting patah atau bahkan pohon tumbang dapat mengancam keselamatan pengendara maupun pejalan kaki yang melintas di kawasan tersebut.
Selain berada di jalur yang ramai dilalui masyarakat, keberadaan pohon-pohon itu juga berada di sekitar fasilitas pelayanan publik sehingga aktivitas di kawasan tersebut berlangsung hampir sepanjang hari. Karena itu, warga berharap langkah antisipasi dilakukan lebih awal melalui pemeriksaan kondisi pohon secara menyeluruh, pemangkasan ranting yang mati, maupun penebangan terhadap pohon yang dinilai sudah tidak layak dipertahankan.
Upaya mitigasi dinilai penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan, terutama ketika cuaca ekstrem terjadi. Penanganan dini juga diharapkan dapat menjaga keselamatan masyarakat sekaligus mempertahankan fungsi penghijauan kota tanpa mengabaikan aspek keamanan.
Hingga berita ini ditulis pada Selasa (7/7/2026), instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai kondisi pepohonan di Jalan Tamansari maupun rencana penanganannya. Proses konfirmasi kepada dinas yang berwenang masih terus dilakukan untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut mengenai langkah yang akan ditempuh.
