Jember – BKKBN bersama Mitra Kerja menggelar sosialisasi penurunan stunting dibeberapa diwilayah Kabupaten Jember, Senin(17/10/2022).
BKKBN melibatkan banyak pihak dan beragam komunitas. Tak terkecuali lingkungan pondok pesantren (ponpes) yang ada di Jawa Timur. BKKBN bersama Mitra Kerja menggelar Sosialisasi dan KIE di Pondok Pesantren Nurul Islam, Jalan KH Basuni RT 01/RW 09 Krajen, Sempolan Kecamatan Silo Kabupaten Jember.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB, dihadiri oleh Ir. Nur Yasin MBA anggota Komisi IX DPR RI,Drs Putut Riyanto M.Kes Kepala Biro Umum dan Hubungan Masyarakat BKKBN Pusat, Uni Hindayati ST MM. Koordinator Bidang Pengendalian Penduduk Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur dan Drs Suprihandoko MM., Kepala Dinas DP3AKB Kabupaten Jember, serta diikuti oleh 185 Peserta.

Anggota Komisi IX DPR RI Ir Nur Yasin menyampaikan, pentingnya juga sosialisasi dan Kie Bangga Kencana ke pondok pesantren. Sebab, Bangga Kencana merupakan langkah strategis untuk merangkul target semua sasaran maupun berbagai elemen masyarakat. Termasuk, di lingkungan pondok pesantren, seperti yang ada di Pondok Pesantren Nurul Islam Kabupaten Jember.
Karena, lingkungan pondok pesantren dapat menerima dan memahami terkait pentingnya ikut andil membantu penurunan stunting serta pengendalian penduduk dan program KB.Oleh karena itu, dia sangat mendukung upaya maksimal BKKBN dan Pemerintah Daerah Kabupaten Jember dengan melakukan terobosan melakukan kolaborasi dengan pondok pondok pesantren diwilayah Kabupaten Jember.
“Para santri dan keluarga besar ponpes harus juga menerima sosialisasi dan Kie Bangga Kencana, dalam rangka andil penurunan stunting. Disamping itu, nantinya para pengurus dan santri jadi bisa ikut terlibat dalam menyosialisasikan program ini, kepada masyarakat sekitar masing masing pondok pesantren,” ungkapnya.
Drs Putut Riyanto M KES, Kepala Biro Umum dan Hubungan Masyarakat BKKBN Pusat, juga ikut menjelaskan, perlu juga memberikan sosialisasi dan Kie Bangga Kencana kepada keluarga besar dilingkungan pondok pesantren.
“Sebab, para santri yang sudah siap berumur sebagai calon pengantin baru, supaya lebih mempersiapkan dengan baik masa remajanya untuk memasuki jenjang rumah tangga,” jelasnya.
Sedangkan, Uni Hidayati koordinator Bidang Pengendalian Penduduk Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, dia mengharapkan bahwa para peserta menjadi lebih paham pentingnya menggunakan alat kontrasepsi (KB). Program KB itu bukan semata soal alat kontrasepsi belaka, melainkan soal kesehatan dan kesejahteraan keluarga. Pentingnya juga program KB, selain untuk mencegah terjadi kelahiran berlebih dapat juga mengurangi kasus stunting pada anak.
“Kegiatan sosialisasi di pondok pesantren bertujuan untuk meningkatkan menambah ilmu dan menumbuhkan rasa kesadaran, bagi para santri dan keluarga besar ponpes, agar dapat antisipasi dini stunting,” ungkapnya.
