Kabupaten Gorontalo – Kalimat “Emang gue pikirin” yang diucapkan Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Kabupaten Gorontalo menjadi perbincangan luas di media sosial. Potongan pidato tersebut menyebar di berbagai platform digital dan memunculkan beragam respons dari masyarakat.
Ucapan itu disampaikan Prabowo ketika berpidato di hadapan ribuan petani dan nelayan, Rabu (24/6/2026). Dalam pidatonya, ia menyinggung gaya bicaranya yang kerap menjadi sorotan media. Menurutnya, jika berbicara terlalu keras, bagian tertentu dari pidato sering kali dikutip dan memicu kritik.
“Saya kalau banyak wartawan harus atur pidato. Nanti yang dikutip yang agak keras-keras dikit,” ujar Prabowo di hadapan peserta PENAS Petani dan Nelayan XVII.
Untuk menggambarkan maksudnya, Prabowo sempat menirukan gaya pidato yang dianggap terlalu formal. Di tengah simulasi itu ia melontarkan kata “ndasmu”, lalu segera meminta agar bagian tersebut tidak disebarluaskan.
“Coba di-delete, delete. Heh, friend ya? Wartawan kita kompak ya. Coba yang gitu-gitu, nanti gue dihajar lagi itu. Emang gue pikirin,” kata Prabowo sambil tertawa yang kemudian disambut tepuk tangan para peserta.
Setelah melontarkan kalimat tersebut, Presiden melanjutkan pidatonya dengan menegaskan bahwa masyarakat lebih menyukai pemimpin yang berbicara apa adanya dibanding sekadar tampil sopan di depan publik tetapi tidak jujur dalam menjalankan amanah.
“Sudah hari gini kita bicara apa adanya. Kalian lebih senang tahu hati saya benar, kan? Daripada yang nyenyenye. Ngomong-ngomong sopan-sopan, sopan-sopan tetap maling, sopan-sopan korupsi,” ujar Prabowo.
Video pidato tersebut kemudian beredar luas di media sosial. Sebagian warganet menilai gaya komunikasi Presiden mencerminkan karakter yang lugas dan spontan, sementara sebagian lainnya menilai pilihan diksi tersebut kurang tepat disampaikan dalam forum resmi sebagai kepala negara.
Polemik itu kembali memperlihatkan bagaimana setiap ucapan pejabat publik kini dapat dengan cepat menyebar melalui media digital dan memunculkan berbagai penafsiran. Dalam era media sosial, potongan video berdurasi singkat sering kali lebih cepat viral dibanding keseluruhan isi pidato yang disampaikan.
Bagi masyarakat, peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa komunikasi publik seorang pemimpin tidak hanya dinilai dari substansi kebijakan, tetapi juga dari cara pesan disampaikan. Gaya komunikasi yang dianggap akrab oleh sebagian kalangan dapat dipersepsikan berbeda oleh kelompok masyarakat lainnya.
Meski menuai perhatian, pidato Prabowo di Gorontalo pada dasarnya berisi penegasan mengenai komitmen pemerintah memperkuat sektor pertanian, nelayan, serta pembangunan infrastruktur pendukung ketahanan pangan nasional. Namun, potongan kalimat “Emang gue pikirin” justru menjadi bagian yang paling banyak dibicarakan publik setelah acara berlangsung.
