Surabaya – Mengurus klaim jaminan sosial kini semakin praktis. Peserta BPJS Ketenagakerjaan tidak lagi harus datang lebih awal hanya untuk mengambil nomor antrean. Melalui inovasi layanan digital, peserta kini dapat menentukan sendiri kantor cabang, tanggal, hingga jam pelayanan sesuai kebutuhan sehingga proses klaim menjadi lebih mudah, cepat, dan efisien.
Kemudahan tersebut disampaikan dalam kegiatan Media Gathering yang digelar BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Surabaya Karimunjawa bersama sejumlah insan media di Kota Surabaya, Senin (29/6/2026). Mengusung tema “Bersama Media, Menguatkan Perlindungan, Mewujudkan Pekerja Indonesia yang Sejahtera”, kegiatan itu menjadi ajang memperkuat sinergi sekaligus meningkatkan literasi masyarakat mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Karimunjawa, Ryan Gustaviana, mengatakan pihaknya terus mengembangkan layanan berbasis digital agar peserta dapat memilih mekanisme pelayanan yang paling sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
“Peserta tidak harus selalu datang ke kantor cabang. Kami telah menyediakan berbagai kanal layanan yang dapat dipilih sesuai kebutuhan masing-masing peserta,” katanya.
Ryan menjelaskan, peserta yang memiliki saldo Jaminan Hari Tua (JHT) hingga Rp15 juta dapat mengajukan klaim secara mandiri melalui aplikasi Jamsostek Mobile (JMO) tanpa harus datang ke kantor cabang. Sementara itu, untuk klaim JHT di atas Rp15 juta maupun jenis layanan lainnya, peserta dapat menggunakan layanan Lapak Asik yang menyediakan proses verifikasi secara daring melalui panggilan video.
Apabila peserta memilih mendapatkan pelayanan langsung di kantor cabang atau mengalami kendala saat mengakses layanan digital, proses pengambilan jadwal kini juga dilakukan secara daring melalui Lapak Asik. Peserta dapat menentukan sendiri kantor pelayanan, tanggal, serta jam kedatangan sehingga memperoleh kepastian waktu tanpa harus mengantre sejak pagi.
“Masih ada peserta yang datang ke kantor cabang hanya untuk mendaftar antrean, kemudian harus datang kembali pada hari pelayanan. Padahal proses pengambilan jadwal dapat dilakukan dari rumah. Dengan mendaftar terlebih dahulu secara online, peserta cukup datang satu kali sesuai jadwal yang dipilih,” jelasnya.
Menurut Ryan, seluruh inovasi tersebut bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memberikan pengalaman yang lebih nyaman bagi peserta.
“Baik melalui JMO, Lapak Asik, maupun layanan tatap muka terjadwal di kantor cabang, seluruh inovasi ini kami hadirkan agar peserta mendapatkan layanan yang lebih cepat, mudah, dan nyaman,” ujarnya.
Selain menghadirkan kemudahan layanan, BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Karimunjawa juga mencatat penyaluran manfaat program yang cukup besar sepanjang semester pertama tahun 2026. Selama periode 1 Januari hingga 29 Juni 2026, kantor cabang tersebut telah membayarkan 29.641 klaim dengan nilai mencapai Rp366,20 miliar.
Pembayaran manfaat tersebut meliputi program Jaminan Hari Tua (JHT) sebanyak 16.272 klaim senilai sekitar Rp297,79 miliar, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebanyak 11.234 klaim senilai Rp41,98 miliar, Jaminan Kematian (JKM) sebanyak 886 klaim sebesar Rp12,76 miliar, Jaminan Pensiun (JP) sebanyak 510 klaim dengan nilai Rp11,53 miliar, serta Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) sebanyak 739 klaim senilai Rp2,13 miliar.
Selain pembayaran manfaat utama tersebut, BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Karimunjawa juga menyalurkan 719 beasiswa pendidikan bagi anak atau ahli waris peserta dengan total nilai mencapai Rp3,42 miliar. Program ini menjadi bentuk perlindungan agar pendidikan anak peserta tetap dapat berlangsung ketika keluarga menghadapi risiko sesuai ketentuan program.
Ryan menilai besarnya manfaat yang telah dibayarkan menunjukkan bahwa program BPJS Ketenagakerjaan benar-benar memberikan perlindungan nyata bagi pekerja dan keluarganya.
“Di balik setiap klaim yang dibayarkan terdapat keluarga yang mendapatkan kepastian dan ketenangan. BPJS Ketenagakerjaan hadir untuk memastikan para pekerja dapat bekerja dengan lebih tenang karena memiliki perlindungan ketika menghadapi risiko. Kami berharap manfaat ini semakin dikenal luas sehingga semakin banyak pekerja yang terlindungi,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Karimunjawa juga menegaskan komitmennya memperkuat kolaborasi dengan media sebagai mitra strategis dalam menyebarluaskan informasi mengenai program jaminan sosial ketenagakerjaan. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan literasi masyarakat sekaligus memperluas kepesertaan sehingga semakin banyak pekerja Indonesia memperoleh perlindungan sosial yang layak.
Sementara itu, penguatan perlindungan pekerja di Kota Surabaya juga mendapat dukungan dari DPRD Kota Surabaya yang tengah membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Optimalisasi Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Regulasi tersebut diharapkan mampu memperluas cakupan kepesertaan sekaligus meningkatkan kepatuhan perusahaan dalam mendaftarkan pekerjanya ke BPJS Ketenagakerjaan.
