Jember – Delapan medali yang dibawa pulang kontingen Hapkido Indonesia Kabupaten Jember dari Banyuwangi menjadi sinyal kebangkitan cabang olahraga bela diri asal Korea Selatan tersebut. Prestasi itu seolah menjadi jawaban bahwa pembinaan atlet yang dijalankan mulai menunjukkan hasil positif.
Pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Terbuka Hapkido se-Jawa Timur yang berlangsung di Kabupaten Banyuwangi, para atlet Jember tampil kompetitif dan berhasil mengumpulkan total delapan medali. Rinciannya, empat medali emas, tiga medali perak, dan satu medali perunggu. Hasil tersebut menempatkan Jember sebagai salah satu daerah yang mampu bersaing dengan kontingen lain di ajang tersebut.
Pelatih Hapkido Kabupaten Jember, Dedik Rinawan, menyebut pencapaian tersebut merupakan buah dari kerja keras para atlet yang selama ini menjalani latihan secara disiplin dan penuh kesungguhan.
“Apapun yang kemarin kita peroleh, saya merasa puas karena itu adalah hasil dari kerja keras dan latihan yang telah mereka jalani dengan sungguh-sungguh. Namun, ini bukan akhir dari perjuangan. Ke depannya kami akan terus berupaya membina dan menampilkan atlet yang lebih baik lagi, baik dari segi teknik, mental maupun kedisiplinan,” ujar Dedik, Senin (22/6/2026).
Menurutnya, keberhasilan di Banyuwangi menjadi bekal penting dalam memperkuat sistem pembinaan atlet Hapkido di Kabupaten Jember. Ia optimistis olahraga tersebut akan terus berkembang, khususnya di Kecamatan Tanggul yang selama ini dikenal sebagai salah satu kantong pembinaan atlet Hapkido.
Dedik berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik menggeluti Hapkido. Selain mengajarkan teknik bela diri, olahraga tersebut juga diyakini mampu membentuk karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, dan sikap saling menghargai.
“Harapan saya Hapkido semakin berkembang di Tanggul dan Jember. Kami ingin olahraga ini melahirkan bibit-bibit atlet baru yang mampu mengharumkan nama daerah hingga ke tingkat yang lebih tinggi. Saya juga berharap semakin banyak anak-anak, remaja, bahkan orang dewasa yang mau bergabung dan berlatih bersama,” katanya.
Empat medali emas yang berhasil diraih di Banyuwangi, lanjut Dedik, menjadi pencapaian yang patut disyukuri. Meski demikian, pihaknya tidak ingin terlena dan bertekad memasang target yang lebih tinggi pada kompetisi mendatang.
“Alhamdulillah kita berhasil meraih 4 emas, 3 perak, dan 1 perunggu. Ini hasil yang membanggakan, tetapi kami tidak akan berpuas diri. Pada kesempatan berikutnya kami akan berusaha lebih keras lagi dan menargetkan medali emas sebanyak-banyaknya, bahkan kalau bisa semuanya emas,” tegasnya.
Dedik menjelaskan, kepengurusan baru Hapkido Jember yang terbentuk pada April 2026 memiliki komitmen kuat untuk menjalankan pembinaan atlet secara berjenjang dan berkesinambungan. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk Dinas Pemuda dan Olahraga serta KONI Kabupaten Jember, dinilai menjadi modal penting untuk mencetak atlet-atlet berprestasi.
Keberhasilan di Kejurda Banyuwangi pun menjadi momentum positif bagi perkembangan Hapkido di Kabupaten Jember. Dengan pembinaan yang konsisten, Jember dinilai memiliki peluang besar untuk menjelma menjadi salah satu kekuatan baru Hapkido di Jawa Timur dan melahirkan atlet-atlet yang mampu berprestasi hingga tingkat nasional.
