Jombang – Semangat hijrah dan keteladanan para ulama kembali menggema di Kabupaten Jombang. Ribuan peserta dari berbagai lembaga pendidikan memadati jalur Raya Dempok dalam Pawai Akbar Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah yang dirangkai dengan Haul ke-50 KH Muhammad Ya’qub Husein dan Haul ke-6 KH Muhammad Qoyim.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (19/6/2026) tersebut diikuti sekitar 1.100 peserta dari seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Muhammad Ya’qub, mulai dari TK, RA, MI, MTs, SMA, MA hingga IAI UW. Pelepasan peserta dilakukan pada pukul 07.30 WIB dengan rute melintasi jalur Raya Dempok dan dipimpin langsung oleh Nyai Chumaidah.
Mengusung tema “Menguatkan Spirit Hijrah, Melanjutkan Jejak Ulama”, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjuangan KH Muhammad Ya’qub Husein dan KH Muhammad Qoyim sekaligus memperkuat kebersamaan antar lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Yayasan Muhammad Ya’qub.
“Pawai Akbar kali ini untuk memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharam serta haul Abah KH Muhammad Ya’qub dan Abah KH Qoyim Ya’qub. Semoga ruh jihad beliau berdua dapat terus kita lanjutkan. Kami berharap seluruh lembaga yang berada di bawah naungan Yayasan Muhammad Ya’qub senantiasa mendukung program-program yayasan. Kami juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pimpinan lembaga yang telah berpartisipasi,” ujar Nyai Chumaidah.
Sepanjang perjalanan, peserta menampilkan berbagai tema yang sarat edukasi dan nilai budaya. Mulai dari budaya Arab dan budaya Nusantara, kampanye pemanfaatan limbah plastik, teatrikal Perang Karbala, hingga demonstrasi tata cara salat jenazah. Kreativitas tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang memadati sepanjang rute pawai.
Suasana semakin semarak dengan penampilan drumband MI UW 1 yang mengiringi barisan peserta. Alunan musik yang berpadu dengan kostum dan atraksi para siswa menjadikan pawai berlangsung meriah dan penuh semangat.
Kepala SMA Primaganda Jombang, Ulfu Adah HenikNingTyas, menilai kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana syiar Islam, tetapi juga media pembelajaran karakter bagi generasi muda dalam meneladani perjuangan para ulama.
“Melalui kegiatan ini, para siswa diajak untuk memahami makna hijrah dan menghargai jasa para ulama yang telah mewariskan pendidikan dan nilai-nilai keislaman. Semangat kebersamaan dan kreativitas yang ditunjukkan para peserta menjadi modal penting dalam membentuk generasi yang berakhlak dan cinta terhadap tradisi keilmuan,” tuturnya.

Menurutnya, keterlibatan seluruh lembaga pendidikan di bawah Yayasan Muhammad Ya’qub menunjukkan kuatnya sinergi dalam menjaga warisan perjuangan para pendiri yayasan. Ia berharap semangat tersebut terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi para peserta didik dalam menghadapi tantangan zaman.
Selain menjadi ajang syiar menyambut Tahun Baru Islam, pawai akbar tersebut juga menjadi bentuk penghormatan terhadap jasa para ulama yang telah mendedikasikan hidupnya bagi pendidikan dan dakwah. Semangat hijrah yang diusung diharapkan mampu menumbuhkan karakter religius, persatuan, dan kecintaan terhadap nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu.
Antusiasme peserta dan masyarakat yang tinggi menunjukkan bahwa jejak perjuangan para ulama masih hidup dan terus diwariskan kepada generasi penerus. Melalui Pawai Akbar Tahun Baru Islam 1448 Hijriah ini, Yayasan Muhammad Ya’qub berharap semangat perjuangan KH Muhammad Ya’qub Husein dan KH Muhammad Qoyim akan terus menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat dan dunia pendidikan.
