Jakarta – Seperti mata air yang tak pernah berhenti mengalir, nilai-nilai perjuangan Bung Karno terus menemukan jalannya melalui generasi penerus. Di tengah dinamika kebangsaan saat ini, sosok Totok Suryawan Soekarnoputra hadir sebagai figur yang dianggap mampu menjaga api Marhaenisme tetap menyala di kalangan generasi muda.
Terpilihnya Putra Naibaho sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Marhaenis (DPP GPM) periode 2026-2030 menjadi momentum baru bagi kader Marhaenis di berbagai daerah. Kepercayaan yang diterima Putra Naibaho disebut tidak terlepas dari peran Totok Soekarnoputra yang selama ini menjadi sumber inspirasi, pembimbing, sekaligus rekan seperjuangan dalam berbagai aktivitas organisasi. Sebagai salah satu trah Bung Karno, Totok dinilai berhasil menghubungkan warisan pemikiran Sang Proklamator dengan tantangan kehidupan berbangsa pada era modern.
“Saya sangat terinspirasi oleh cara beliau menjalani kehidupan. Meskipun lahir dari trah Bung Karno, beliau tidak menunjukkan sikap elitis, melainkan hidup sederhana layaknya rakyat biasa. Bahkan dalam persiapan Kongres XI GPM, beliau secara langsung mendampingi saya mengantarkan proposal dan berbagai surat ke kantor-kantor pemerintah di Jakarta. Saya merasa terharu melihat bagaimana beliau membaur dan berjuang bersama kader. Di sela-sela perjuangan itu, banyak gagasan dan pandangan beliau yang mampu membangkitkan semangat perjuangan serta memperkuat kecintaan saya terhadap nilai-nilai kebangsaan,” ungkap Putra Naibaho.
Menurut Putra Naibaho, kesederhanaan dan keterbukaan yang dimiliki Totok Soekarnoputra membuatnya diterima oleh berbagai kalangan. Pengalaman panjangnya dalam bidang sosial, politik, dan kebangsaan menjadikan dirinya sosok yang dihormati sekaligus dekat dengan kader di tingkat akar rumput. Hal tersebut pula yang membuat banyak kader menaruh harapan besar terhadap kiprahnya sebagai Dewan Penasehat DPP GPM periode 2026-2030.
Selain dikenal sebagai tokoh inspiratif, Totok Soekarnoputra juga aktif memberikan ruang pembelajaran kepada generasi muda melalui forum diskusi, pendidikan kader, dan berbagai kegiatan kebangsaan. Dalam berbagai kesempatan, ia secara konsisten mengingatkan pentingnya menjaga persatuan nasional, memperkuat semangat gotong royong, serta membangun kesadaran politik yang berpihak kepada kepentingan rakyat kecil.
Kedekatan emosional dengan para kader membuat Totok tidak hanya dipandang sebagai tokoh, tetapi juga sebagai teman seperjuangan yang memahami tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini. Ia kerap menegaskan bahwa nilai-nilai Marhaenisme harus diwujudkan dalam tindakan nyata melalui penguatan ekonomi kerakyatan, pemberdayaan masyarakat, serta partisipasi aktif dalam menjaga demokrasi dan kedaulatan bangsa.
“Beliau terus menghubungi saya dan memberikan nasihat yang membangkitkan keyakinan untuk tetap hadir dan berjuang bersama kader-kader GPM dari seluruh Indonesia. Dukungan beliau menjadi salah satu energi besar yang menguatkan langkah saya sampai saya terpilih secara Musyawarah Mufakat menjadi Sekretaris Jenderal DPP GPM,” ujar Putra Naibaho.
Ia juga mengenang momentum menjelang Kongres XI GPM ketika dirinya sempat berada dalam kondisi yang membuatnya hampir tidak dapat mengikuti agenda tersebut. Namun, dorongan dan motivasi dari Totok Soekarnoputra menjadi pemantik semangat untuk tetap hadir demi menjaga persatuan kader Gerakan Pemuda Marhaenis dari seluruh Indonesia. Kehadirannya dalam kongres itu bahkan berujung pada dukungan besar dari peserta yang menempatkannya sebagai salah satu figur terkuat dalam kontestasi kepemimpinan organisasi.
Dengan pengalaman, konsistensi ideologis, dan kedekatan dengan kader, Totok Soekarnoputra kini dipandang sebagai salah satu figur yang membawa harapan baru bagi keluarga besar Gerakan Pemuda Marhaenis. Kader-kader Marhaenis meyakini nilai perjuangan Bung Karno akan tetap hidup dan relevan dalam menjawab berbagai tantangan bangsa melalui kaderisasi yang kuat dan kepemimpinan yang berpihak kepada rakyat.
