Surabaya – Garis, bidang, dan warna tak sekadar menjadi unsur visual, tetapi juga bahasa yang menyimpan berbagai tafsir kehidupan. Semangat itu dihadirkan melalui pameran seni rupa bertajuk “Fraktal” yang diselenggarakan ARTSPACE ARTOTEL Hayam Wuruk Surabaya sebagai ruang pertemuan antara karya seni dan masyarakat.
Pameran yang resmi dibuka pada Jumat (5/6/2026) pukul 15.00 WIB tersebut menghadirkan sebanyak 25 karya dari tiga perupa Indonesia, yakni XGO, Anas Hope, dan Rony Sanjaya. Ketiga seniman tersebut menampilkan pendekatan artistik yang berbeda dalam mengolah bentuk, warna, serta komposisi visual yang menjadi tema utama pameran.
Mengangkat tajuk “Fraktal”, pameran ini berangkat dari gagasan mengenai keberadaan bentuk-bentuk geometris yang lekat dengan kehidupan manusia sehari-hari. Berbagai susunan visual yang tampak sederhana dipandang memiliki keteraturan dan hubungan yang lebih kompleks, sehingga membentuk cara manusia memahami ruang di sekitarnya.
Kurator pameran, Frigidanto Agung, mengusung konsep fraktal sebagai bagian dari kesadaran manusia terhadap pola-pola yang tersusun dalam lingkungan hidupnya. Melalui perpaduan warna, garis, bidang, serta elemen bentuk yang saling terhubung, karya-karya yang dipamerkan menawarkan beragam perspektif dalam memaknai realitas sehari-hari.
Ketiga seniman yang terlibat memiliki karakter visual yang berbeda-beda. Meski demikian, seluruh karya yang ditampilkan sama-sama menjadikan bentuk sebagai elemen utama dalam membangun gagasan artistik. Keberagaman pendekatan tersebut menghadirkan pengalaman visual yang kaya sekaligus membuka ruang interpretasi bagi setiap pengunjung.
General Manager ARTOTEL Hayam Wuruk Surabaya, Teddy Patrick, S.E., M.Par., CHA, mengatakan bahwa penyelenggaraan pameran tersebut merupakan bagian dari komitmen ARTOTEL dalam mendukung perkembangan seni rupa kontemporer di Indonesia sekaligus memberikan ruang apresiasi bagi para seniman.
“Melalui pameran Fraktal, kami ingin menghadirkan ruang apresiasi bagi seniman sekaligus mempertemukan karya seni dengan masyarakat luas. Kami berharap pameran ini dapat memperkaya ekosistem kreatif di Surabaya,” ujar Teddy Patrick.
Menurutnya, kehadiran pameran seni tidak hanya menjadi sarana ekspresi bagi para perupa, tetapi juga berkontribusi dalam membangun ekosistem industri kreatif yang semakin berkembang. Surabaya sebagai salah satu kota besar di Indonesia dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung tumbuhnya ruang-ruang seni yang lebih inklusif.
Pameran “Fraktal” akan berlangsung selama tiga bulan, mulai Jumat (5/6/2026) hingga [5 September 2026], dan terbuka untuk umum. Pengunjung dapat menikmati berbagai karya yang mengajak mereka melihat kembali hubungan antara bentuk, ruang, serta kehidupan sehari-hari melalui sudut pandang para seniman yang terlibat.
Melalui pameran ini, ARTSPACE ARTOTEL Hayam Wuruk Surabaya berharap dapat terus menjadi wadah bagi lahirnya dialog kreatif antara seniman dan masyarakat, sekaligus memperkuat posisi Surabaya sebagai salah satu pusat perkembangan seni kontemporer di Indonesia.
