Malang – Seperti menyusun peta bagi masa depan akuakultur, penelitian tentang budidaya udang vaname yang berkelanjutan mengantarkan seorang dosen dari Universitas Pekalongan meraih gelar doktor di Universitas Brawijaya. Pencapaian tersebut sekaligus menambah deretan akademisi yang lahir dari Program Studi Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Brawijaya.
Melalui Ujian Akhir Disertasi yang berlangsung pada Selasa (19/5/2026), Heri Ariadi dinyatakan lulus setelah berhasil mempertahankan disertasi berjudul “Analisis Model Dinamis Strategi Pengelolaan Budidaya Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) di Wilayah Pesisir Pekalongan”. Sidang yang digelar secara tatap muka di Gedung B Lantai 2 FPIK UB pada pukul 13.00 hingga 15.00 WIB itu dipimpin Ketua Program Studi Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan FPIK UB, Prof. Dr. Ir. Pudji Purwanti, M.P.
Tim promotor dalam ujian tersebut terdiri atas Prof. Dr. Ir. Muhammad Musa, M.S. sebagai promotor, Prof. Dr. Ir. Mohammad Mahmudi, M.S. sebagai co-promotor I, serta Dr. Asus Maizar Suryanto H., S.Pi., M.P. sebagai co-promotor II. Sementara itu, jajaran penguji melibatkan Prof. Dr. Ir. Mohamad Fadjar, M.Sc., Prof. Dr. Ir. Sri Andayani, M.S., Dr. Bagyo Yanuwiadi, serta Dr. Dini Sofarini, S.Pi., M.S. dari Universitas Lambung Mangkurat sebagai penguji eksternal.
Dalam penelitian doktoralnya, Heri Ariadi mengembangkan pendekatan model dinamis untuk merumuskan strategi pengelolaan budidaya udang vaname di kawasan pesisir Pekalongan. Kajian tersebut dirancang untuk menghasilkan rekomendasi yang tidak hanya meningkatkan produktivitas sektor akuakultur, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir yang menghadapi berbagai tekanan.
“Penelitian doktoral harus menghasilkan solusi berbasis ilmu pengetahuan yang dapat diterapkan untuk mendukung pembangunan sektor perikanan dan kelautan yang berkelanjutan,” ujar Prof. Pudji Purwanti.
Menurutnya, penelitian pada jenjang doktor tidak semata berorientasi pada pengembangan teori, tetapi juga diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung perkembangan industri perikanan nasional.
Heri Ariadi sendiri merupakan alumnus Universitas Brawijaya pada seluruh jenjang pendidikan yang ditempuhnya. Ia menyelesaikan studi Sarjana Program Studi Agrobisnis Perikanan pada tahun 2014, kemudian melanjutkan pendidikan Magister Budidaya Perairan dan lulus pada 2019. Pada tahun 2023, ia kembali menempuh pendidikan di Program Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan FPIK UB. Selain aktif sebagai peneliti, saat ini Heri mengemban tugas sebagai dosen Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Perikanan Universitas Pekalongan.
“Penyelesaian studi doktor ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus mengembangkan riset yang bermanfaat bagi pengembangan budidaya perikanan dan masyarakat pesisir,” ungkap Heri Ariadi usai sidang.
Keberhasilan tersebut menjadi bagian dari komitmen FPIK Universitas Brawijaya dalam menghasilkan sumber daya manusia unggul sekaligus mendorong lahirnya penelitian yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi di bidang akuakultur. Upaya tersebut juga mendukung pembangunan kawasan pesisir yang berkelanjutan melalui penguatan sektor perikanan budidaya.
Bertambahnya doktor baru di bidang perikanan dan kelautan semakin mempertegas peran Universitas Brawijaya sebagai institusi pendidikan tinggi yang terus mencetak akademisi dan peneliti untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan sektor maritim Indonesia pada masa mendatang.
Keberhasilan ini menjadi bukti komitmen FPIK UB dalam menghasilkan sumber daya manusia unggul serta penelitian yang berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi akuakultur, dan pembangunan wilayah pesisir. Capaian tersebut juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 14 tentang Ekosistem Laut, serta SDG 2 tentang Tanpa Kelaparan melalui penguatan sektor budidaya perikanan yang produktif dan berkelanjutan.
Dengan bertambahnya doktor baru di bidang perikanan dan kelautan, FPIK UB terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkontribusi dalam mencetak akademisi dan peneliti yang mampu menjawab tantangan pembangunan sektor kelautan dan perikanan Indonesia.
