Mojokerto – Semangat berbagi pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah kembali terasa kuat di lingkungan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) wilayah Mojokerto. Layaknya aliran sungai yang menghidupi sekitarnya, ratusan hewan kurban berupa sapi dan kambing disembelih dan disalurkan kepada masyarakat luas sebagai bentuk solidaritas sosial sekaligus implementasi nilai ibadah kurban.
Momentum Iduladha tahun 2026 dimanfaatkan warga LDII Mojokerto untuk kembali melaksanakan penyembelihan hewan kurban secara serentak di berbagai masjid, musala, serta pondok pesantren yang berada di bawah naungan organisasi tersebut. Setelah pelaksanaan Salat Iduladha, panitia langsung melakukan proses pemotongan hewan kurban sebelum dagingnya didistribusikan kepada masyarakat umum, fakir miskin, santri, serta warga kurang mampu di sekitar lingkungan ibadah dan pendidikan LDII.
Seluruh kegiatan kurban tersebut dilaksanakan murni dari dana swadaya warga LDII. Daging kurban kemudian dibagikan secara terbuka tanpa membedakan latar belakang penerima, sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat. Pelaksanaan distribusi juga dilakukan secara merata agar manfaat ibadah kurban benar-benar dirasakan oleh mereka yang membutuhkan.
“Kami sangat bersyukur, warga LDII semakin semangat meningkatkan amalan dalam Iduladha. Dengan berbagi dan menyalurkan hewan kurban, melalui swadaya semua warga LDII, terkumpul ratusan ekor sapi serta puluhan ekor kambing. Partisipasi ini menunjukkan peningkatan kepedulian warga LDII dalam menjalankan syariat sekaligus membantu sesama,” ujar Ketua DPD LDII Kabupaten Mojokerto, Drs. Djohan, S.H., M.M., yang akrab disapa Aba Johan, Rabu (27/5/2026).
Menurut Aba Johan, tujuan utama penyelenggaraan kurban tersebut bukan hanya menjalankan kewajiban agama, tetapi juga menjadi sarana pemerataan kesejahteraan dan berbagi kebahagiaan kepada masyarakat kurang mampu. Ia menilai momentum Iduladha menjadi kesempatan penting untuk memastikan masyarakat dapat menikmati daging kurban, terutama bagi mereka yang jarang mengonsumsinya.
“Alhamdulillah, Iduladha tahun 2026 ini sangat barokah. Kami LDII Mojokerto melalui swadaya warga LDII dapat mewujudkan penyembelihan ratusan hewan kurban berupa sapi dan kambing. Seperti tahun-tahun sebelumnya, semua daging kurban itu kami salurkan kepada masyarakat di sekitar masjid, musala, dan pondok pesantren LDII,” ungkapnya.
Selain mengedepankan aspek sosial, pihak LDII Mojokerto juga memastikan seluruh proses penyembelihan berlangsung higienis dan sesuai dengan ketentuan kesehatan serta syariat Islam. Panitia kurban disebut menerapkan standar kebersihan yang ketat, mulai dari area penyembelihan hingga proses pengemasan daging agar masyarakat merasa aman saat menerima bantuan kurban.
Kegiatan kurban tahunan ini pun menjadi simbol kuatnya gotong royong warga LDII Mojokerto. Melalui semangat swadaya dan kepedulian, organisasi tersebut berharap dapat terus menumbuhkan solidaritas sosial sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat di sekitar lingkungan masjid dan pondok pesantren.
