Surabaya – “Membaca adalah jendela dunia,” ungkapan itu tampaknya ingin diwujudkan lebih dekat oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Di tengah geliat kota metropolitan, Pemkot menghadirkan langkah baru dengan menambah empat mobil perpustakaan keliling berbasis listrik sebagai upaya memperkuat budaya literasi sekaligus mendukung transportasi ramah lingkungan di Kota Pahlawan.
Penambahan armada tersebut disiapkan sebagai bagian dari peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733. Empat mobil perpustakaan listrik itu akan melayani berbagai titik di Surabaya mulai Mei 2026, melengkapi empat unit mobil perpustakaan konvensional yang selama ini telah beroperasi. Dengan tambahan tersebut, total layanan mobil perpustakaan keliling milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya menjadi delapan armada. Kehadiran kendaraan baru ini diharapkan mampu memperluas akses bacaan gratis bagi masyarakat, sekolah, hingga komunitas literasi.
Kepala Dispusip Kota Surabaya, Yusuf Masruh menegaskan bahwa fungsi mobil perpustakaan tidak terbatas pada lingkungan sekolah, tetapi juga hadir untuk menjangkau aktivitas literasi di tengah masyarakat.
“Mobil listrik itu nantinya memfasilitasi komunitas, RT/RW kalau acara literasi, termasuk juga ke sekolah-sekolah,” katanya, Senin (18/5/2026).
Ia menjelaskan, setiap mobil perpustakaan nantinya dilengkapi beragam fasilitas pendukung pembelajaran, mulai dari ribuan koleksi buku, layanan dongeng, hingga sarana belajar interaktif yang dapat diakses masyarakat secara gratis. Konsep ini diharapkan dapat mendorong minat baca anak-anak maupun warga umum melalui pendekatan yang lebih dekat dan fleksibel.
“Yang lama kan (mobil konvensional) ada empat, dan yang baru nanti ada empat. Jadi total nanti ada delapan mobil perpustakaan,” ujarnya.
Menurut Yusuf, penggunaan kendaraan listrik dipilih bukan tanpa alasan. Selain dinilai lebih hemat dari sisi operasional, langkah ini juga sejalan dengan arah pembangunan transportasi berkelanjutan yang tengah diperkuat Pemkot Surabaya. Konsep ramah lingkungan menjadi salah satu nilai utama dalam pengembangan layanan publik, termasuk sektor perpustakaan keliling.
Dalam pelaksanaannya, delapan armada perpustakaan keliling itu akan dibagi ke sejumlah wilayah operasional di Surabaya. Dispusip akan mengatur penyebaran mobil berdasarkan kebutuhan layanan masyarakat agar akses literasi dapat menjangkau lebih banyak kawasan, baik permukiman, sekolah, maupun pusat kegiatan komunitas.
Program ini juga menjadi bagian dari strategi Pemkot Surabaya untuk meningkatkan kebiasaan membaca di tengah masyarakat urban yang semakin akrab dengan teknologi digital. Kehadiran perpustakaan bergerak diharapkan mampu menciptakan ruang belajar alternatif sekaligus mempererat interaksi sosial berbasis edukasi di lingkungan warga.
Dengan tambahan armada listrik tersebut, Surabaya tidak hanya memperluas layanan literasi, tetapi juga memperlihatkan komitmen menghadirkan inovasi pelayanan publik yang lebih modern dan berkelanjutan. Upaya ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya membaca yang semakin kuat di berbagai lapisan masyarakat.
