Jember – Aroma kopi yang menyeruak berpadu dengan khasnya produk tembakau seolah menghidupkan denyut Alun-Alun Jember sejak pagi. Di tengah ramainya pengunjung dan geliat pelaku usaha lokal, Festival Kopi, Tembakau dan UMKM Jatim 2026 resmi dibuka, menghadirkan ruang temu antara ekonomi rakyat, budaya ngopi, hingga promosi produk unggulan daerah.
Festival bertajuk Jatim Specialty Coffee, Tobacco and UMKM Festival tersebut dibuka oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Jember, Ahmad Imam Fauzi, pada Jumat (15/5/2026). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu menjadi wadah kolaborasi pelaku usaha mikro, pecinta kopi, hingga industri tembakau untuk memperkuat perekonomian berbasis masyarakat.
Dalam sambutannya, Ahmad Imam Fauzi menilai kopi, tembakau, dan warung rakyat bukan sekadar komoditas ekonomi, tetapi bagian penting dari perjalanan sosial bangsa. Menurutnya, banyak gagasan besar lahir dari ruang-ruang sederhana tempat masyarakat berdiskusi dan membangun kebersamaan.
“Dari kopi, tembakau dan warung atau UMKM, banyak lahir pemikiran besar. Ketiganya menjadi bagian penting dalam sejarah persatuan dan pembangunan,” ujarnya.
Ia menegaskan festival tersebut harus memiliki dampak lebih luas daripada sekadar hiburan. Pemerintah Kabupaten Jember berharap kegiatan serupa dapat menjadi ruang tumbuh bagi pelaku UMKM agar semakin berkembang, memperluas jaringan pasar, serta meningkatkan daya saing produk lokal.
“Festival seperti ini harus menjadi ekosistem ekonomi kerakyatan. Ke depan bisa dikolaborasikan dengan agenda Pemkab Jember,” katanya.
Ketua LSM MAKI sekaligus penyelenggara kegiatan, Heru Subagio, menjelaskan pelaksanaan festival tahun ketiga ini sengaja dipindahkan ke kawasan Alun-Alun Jember agar lebih dekat dengan masyarakat. Pemilihan lokasi terbuka dinilai mampu menjangkau lebih banyak pengunjung dari berbagai lapisan serta menciptakan suasana festival yang lebih hidup.
Menurut Heru, momentum pelaksanaan festival yang bertepatan dengan agenda Karnaval SCTV di Jember bukan bagian dari perencanaan awal panitia.
“Ini hanya kebetulan saja. Festival sudah kami persiapkan jauh hari sebelum ada agenda Karnaval SCTV,” jelasnya.
Salah satu daya tarik utama festival ini adalah keterlibatan puluhan pelaku usaha mikro dan kecil yang diberi ruang promosi secara cuma-cuma. Tercatat sebanyak 40 stand UMKM ikut meramaikan kegiatan dengan menampilkan berbagai produk lokal mulai dari olahan kopi, makanan khas, kerajinan tangan, hingga produk berbasis tembakau.
Heru menyebut kebijakan menggratiskan stand UMKM dilakukan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelaku usaha kecil agar dapat berkembang tanpa terbebani biaya promosi.
“Semua stand UMKM kami gratiskan agar pelaku usaha bisa berkembang dan memperkenalkan produknya ke masyarakat luas,” pungkasnya.
Dengan antusiasme pengunjung yang cukup tinggi sejak hari pertama, Festival Kopi, Tembakau dan UMKM Jatim 2026 diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal sekaligus memperkuat identitas Jember sebagai salah satu daerah penghasil kopi dan tembakau unggulan di Jawa Timur.(ADV).
