Sidoarjo – Desa yang biasanya tenang mendadak berubah mencekam. Warga Buncitan, Kecamatan Sedati, digegerkan dengan kabar meninggalnya kepala desa di ruang kerjanya sendiri pada Minggu sore (3/5/2026). Peristiwa ini sontak menyisakan tanda tanya dan duka di tengah masyarakat.
Kepala desa berinisial Mj ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kantor desa sekitar pukul 16.00 WIB. Kejadian bermula saat seorang petugas kebersihan berinisial MK (55) merasa curiga melihat sepeda motor milik kepala desa yang masih terparkir rapi, padahal biasanya korban sudah pulang di jam tersebut.
Merasa ada yang tidak biasa, MK kemudian berinisiatif memeriksa seluruh ruangan kantor desa. Saat membuka ruang kerja kepala desa, ia dikejutkan oleh pemandangan tubuh korban yang sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Temuan tersebut membuatnya segera keluar untuk meminta bantuan warga sekitar.
“Benar, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di balai desa. Saat ini kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari tim identifikasi Polresta Sidoarjo,” ujar Kapolsek Sedati IPTU Masyita Dian.
Setelah menerima laporan, aparat kepolisian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Area kantor desa sempat disterilkan guna mendukung proses penyelidikan serta pengumpulan barang bukti yang diperlukan untuk mengungkap kronologi kejadian secara utuh.
“Petugas segera melakukan olah TKP untuk mengumpulkan bukti dan menelusuri kronologi kejadian. Area balai desa juga sempat disterilkan guna mendukung proses penyelidikan,” tambahnya.
Di tengah proses penyelidikan, sejumlah spekulasi mulai beredar di kalangan masyarakat terkait penyebab kematian korban. Namun, pihak kepolisian menegaskan bahwa informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Katanya ada dugaan bunuh diri, tapi itu masih informasi awal. Kami sendiri tidak tahu pasti kondisi sebenarnya,” ujar Suwarno, salah satu warga setempat.
Polisi pun mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan guna membantu mengungkap kejadian secara lebih jelas. Hingga saat ini, penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari tim identifikasi.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius aparat dan masyarakat setempat. Kepolisian memastikan akan menangani kasus ini secara profesional dan transparan hingga penyebab kematian dapat dipastikan.
