Jember – Seperti menapaki tangga baru dalam dunia medis, Kabupaten Jember kini menunjukkan lonjakan kepercayaan diri di sektor kesehatan. Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. Soebandi resmi naik tingkat menjadi Rumah Sakit Penyelenggara Pendidikan Utama berbasis rumah sakit, sebuah capaian yang menandai pengakuan nasional terhadap kualitas layanan dan sumber daya manusianya.
Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/111/2026. Dengan status ini, RSD dr. Soebandi memperoleh kewenangan untuk menyelenggarakan pendidikan dokter spesialis secara mandiri. Artinya, rumah sakit ini tidak hanya menjadi tempat pelayanan, tetapi juga pusat pembelajaran dan pengembangan tenaga medis tingkat lanjut di wilayah Jember dan sekitarnya.
“Ini bukan sekadar prestasi administratif, tapi bukti nyata bahwa kualitas layanan dan SDM kesehatan di Jember sudah diakui negara,” ujar Bupati Jember, Muhammad Fawait, dalam keterangannya pada Kamis (23/4/2026).
Pernyataan tersebut bukan tanpa dasar. Di Jawa Timur, hanya dua rumah sakit yang memperoleh status serupa, yakni RSUD dr. Soetomo di Surabaya dan RSD dr. Soebandi di Jember. Hal ini secara tidak langsung menempatkan Jember sejajar dengan pusat layanan kesehatan utama di ibu kota provinsi.
Saat ini, RSD dr. Soebandi didukung oleh kekuatan tenaga medis yang cukup besar, terdiri dari 160 tenaga medis, 66 tenaga ahli klinis, serta 31 dokter konsultan. Kombinasi ini menjadi fondasi penting dalam menghadirkan layanan kesehatan yang cepat, profesional, dan berbasis keilmuan mutakhir.
“Pelayanannya cepat, profesional, dan komunikatif. Ini menjadi bukti bahwa masyarakat tidak perlu lagi keluar daerah untuk mendapatkan layanan spesialis yang berkualitas,” kata Fawait, yang juga sempat menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.
Transformasi ini juga membawa dampak strategis bagi pengembangan daerah. Dengan adanya pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit, Jember berpotensi menjadi pusat distribusi tenaga medis unggulan, khususnya di kawasan Tapal Kuda. Selain itu, kehadiran program pendidikan ini akan mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan secara berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Jember tidak berhenti pada capaian ini. Target ambisius telah dicanangkan, yakni mendorong RSD dr. Soebandi naik menjadi Rumah Sakit Tipe A paling lambat tahun 2029. Langkah ini menjadi bagian dari visi besar pembangunan daerah yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Ini bagian dari visi besar ‘Jember Baru, Jember Maju’. Kita ingin layanan kesehatan di Jember menjadi rujukan utama di kawasan timur Jawa Timur,” tegasnya.
Selain RSD dr. Soebandi, pemerintah daerah juga mencatat perkembangan positif di sejumlah fasilitas kesehatan lain, seperti RS Balung dan RS Kalisat. Kedua rumah sakit tersebut menunjukkan peningkatan signifikan, baik dari sisi pelayanan maupun kinerja keuangan, terutama setelah menerapkan pola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Dengan penguatan di berbagai lini, mulai dari fasilitas, tenaga medis, hingga sistem manajemen, Jember kini berada di jalur yang tepat untuk menjadi pusat layanan kesehatan unggulan. Capaian ini bukan hanya membanggakan, tetapi juga menjadi harapan baru bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan medis berkualitas tanpa harus meninggalkan daerahnya.
Langkah besar ini menegaskan bahwa transformasi sektor kesehatan di Jember bukan sekadar wacana, melainkan gerak nyata menuju masa depan yang lebih sehat dan mandiri.
