Pasuruan – Seperti napas yang kembali teratur setelah sempat tersengal, distribusi LPG 3 kilogram di Kota Pasuruan kini perlahan kembali normal usai beberapa hari mengalami gangguan.
Kesulitan mendapatkan elpiji subsidi yang sempat dikeluhkan warga dalam beberapa hari terakhir mulai teratasi. Hiswana Migas Pasuruan Raya memastikan bahwa pasokan kini berangsur aman setelah distribusi kembali berjalan. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan agar kondisi cepat pulih sepenuhnya. Gangguan distribusi sebelumnya terjadi akibat keterlambatan pengiriman, yang berdampak tidak hanya di Pasuruan tetapi juga di sejumlah daerah lain.
Keterlambatan tersebut disebabkan belum tibanya kapal tanker pengangkut LPG di Pelabuhan Tanjung Perak. Setelah kapal sandar, proses pengisian di Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) dilakukan pada malam hari, sehingga distribusi ke pangkalan dapat kembali berjalan mulai pagi hari berikutnya.
“Penyaluran elpiji di wilayah Pasuruan hari ini sudah mulai normal secara bertahap. Kami optimistis dalam waktu dekat kondisi akan sepenuhnya pulih. Masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Dwi Hardono, Sabtu (11/04/2026).
Ia menambahkan bahwa pihaknya terus melakukan pengawasan distribusi agar tepat sasaran serta menjaga kestabilan pasokan di lapangan. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat, terutama kelompok rumah tangga dan pelaku usaha kecil, dapat terpenuhi tanpa hambatan.
Di sisi lain, warga mengaku kondisi saat ini mulai membaik dibandingkan hari-hari sebelumnya.
“Kemarin sempat antre lama, tapi sekarang sudah mulai ada lagi. Semoga ke depan benar-benar lancar,” kata Siti Aminah.
Pelaku usaha kecil juga merasakan dampak langsung dari kelangkaan tersebut.
“Kalau elpiji langka, usaha kami ikut terganggu. Mudah-mudahan sekarang sudah kembali normal,” ujar Ahmad Fauzi.
Untuk menjaga pemerataan distribusi, Hiswana Migas menerapkan kebijakan pembatasan sementara. Setiap rumah tangga hanya diperbolehkan membeli maksimal satu tabung, sedangkan pelaku UMKM dibatasi hingga dua tabung. Kebijakan ini diharapkan mampu mencegah penimbunan serta memastikan seluruh lapisan masyarakat mendapatkan akses yang adil terhadap elpiji subsidi.
Hiswana Migas juga mengajak seluruh pihak, termasuk pemilik pangkalan dan masyarakat, untuk menjaga situasi tetap kondusif. Kolaborasi antara distributor dan warga dinilai menjadi kunci dalam mempercepat pemulihan distribusi.
Dengan kondisi yang mulai membaik, diharapkan distribusi LPG 3 kg di Kota Pasuruan dapat segera kembali sepenuhnya normal sehingga aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu.
