Surabaya – Di bawah langit malam yang bening, harmoni terasa seperti alunan sunyi yang menyatukan perbedaan. Ratusan orang dari beragam latar belakang berkumpul di kawasan Arca Joko Dolog, menjadikan momen Halal Bihalal sebagai ruang perjumpaan lintas iman dan budaya yang hangat dan penuh makna.
Kegiatan yang digelar pada Senin (30/03/2026) malam di Jalan Taman Apsari, Surabaya ini diinisiasi oleh Organisasi Seduluran Abdi Dalem Eyang Joko Dolog. Sekitar 200 peserta hadir, terdiri dari berbagai paguyuban, tokoh lintas agama, serta pelaku seni dan budaya. Acara ini merupakan agenda rutin tahunan yang selalu dilaksanakan pada bulan Syawal sebagai bentuk pelestarian tradisi sekaligus penguatan kebersamaan.
Ketua Abdi Dalem Eyang Joko Dolog, Khoirul Anam, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar seremoni, tetapi juga menjadi simbol persatuan dalam keberagaman.
“Halal bihalal di Cagar Budaya Arca Joko Dolog adalah agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Organisasi Seduluran Abdi Dalem Eyang Joko Dolog. Halal Bihalal kali ini kita mengundang 200 orang dari berbagai lintas iman atau agama dan berbagai paguyuban, serta para pelaku seni dan budaya,” katanya.
Senada dengan itu, Ketua Panitia Halal Bihalal, Romo Anwar Zen, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki nilai lebih dari sekadar tradisi saling memaafkan setelah Idul Fitri.
“Melalui kegiatan ini kami juga mengangkat nilai-nilai kebudayaan yang menjadi jati diri bangsa. Budaya bukan hanya warisan leluhur, tetapi juga tanggung jawab kita bersama untuk menjaga, melestarikan, dan mewariskannya kepada generasi mendatang,” tuturnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan momentum tersebut sebagai sarana mempererat persaudaraan dan menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat yang majemuk.
Suasana acara yang dimulai pukul 19.00 WIB itu berlangsung khidmat sekaligus hangat. Di tengah semerbak wangi dupa yang khas, para peserta tampak berbaur tanpa sekat, menciptakan nuansa kebersamaan yang kuat. Interaksi lintas budaya dan agama terlihat alami, memperlihatkan wajah toleransi yang hidup di Kota Pahlawan.
Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa ruang-ruang publik, khususnya kawasan cagar budaya seperti Arca Joko Dolog, tidak hanya berfungsi sebagai situs sejarah, tetapi juga sebagai titik temu sosial yang memperkuat nilai persatuan.
Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, Halal Bihalal lintas iman ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk terus merawat toleransi, menjaga budaya, serta memperkuat harmoni dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
