Sangatta – Admin Manager PT Ganda Alam Makmur (GAM), Herlando Sianipar, mengungkapkan bahwa peningkatan keterampilan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu kunci untuk memperluas penyerapan tenaga kerja lokal di Kabupaten Kutai Timur (Kutim).
Menurutnya, perusahaan terus berupaya meningkatkan keterlibatan masyarakat sekitar dalam kegiatan operasional pertambangan. Namun, keterbatasan kompetensi calon pekerja masih menjadi tantangan yang perlu diatasi melalui program pelatihan berkelanjutan.
Herlando menyampaikan bahwa saat ini komposisi tenaga kerja lokal di PT GAM telah mencapai 78 persen. Capaian tersebut semakin mendekati target 80 persen sebagaimana diharapkan Pemerintah Kabupaten Kutim.
“Saat ini penyerapan tenaga kerja kami sudah di angka 78 persen,” ungkap Herlando.
Hal tersebut disampaikannya seusai kegiatan Konsultasi Publik Rencana Induk Program Pemberdayaan Masyarakat (RIPPM) PT GAM periode 2027–2031 yang berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Kutim, Jumat (9/10/2026).
Herlando menjelaskan bahwa perusahaan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan persentase pekerja lokal. Peningkatan kualitas dan kesiapan tenaga kerja juga menjadi perhatian agar masyarakat mampu memenuhi kebutuhan industri pertambangan.
Salah satu langkah yang ditempuh PT GAM adalah menghadirkan program Academy Operator Training (AOT), yakni pelatihan keterampilan bagi lulusan sekolah menengah atas (SMA) yang berasal dari 14 desa di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Program tersebut dirancang untuk memberikan bekal keterampilan sebelum peserta memasuki dunia kerja, khususnya pada bidang yang berkaitan dengan kebutuhan operasional pertambangan.
Herlando Sebut 150 Pemuda Lokal Telah Dibina
Herlando memaparkan bahwa pelaksanaan program AOT telah memasuki angkatan kelima. Hingga saat ini, sekitar 150 pemuda lokal telah mendapatkan pembinaan melalui program tersebut.
Pelatihan dilaksanakan selama enam bulan dengan pembiayaan yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab perusahaan.
“Seluruh pembiayaan pelatihan selama 6 bulan ditanggung sepenuhnya oleh PT GAM,” jelasnya.
Ia menerangkan, setelah menyelesaikan pelatihan, peserta disalurkan untuk bekerja melalui perusahaan mitra maupun kontraktor yang bekerja sama dengan PT GAM.
Skema tersebut menjadi salah satu upaya perusahaan dalam menjembatani kebutuhan tenaga kerja industri dengan potensi SDM yang tersedia di sekitar wilayah pertambangan.
Melalui pelatihan yang lebih terarah, Herlando berharap kesenjangan antara kemampuan calon pekerja lokal dan standar kompetensi perusahaan dapat terus diperkecil.
Perluas Akses Pendidikan Melalui Beasiswa
Selain menjalankan pelatihan keterampilan, Herlando mengungkapkan bahwa PT GAM turut memberikan perhatian terhadap pengembangan SDM melalui program beasiswa pendidikan tinggi.
Program tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan menyiapkan generasi muda Kutim agar memiliki kemampuan dan kualifikasi pendidikan yang lebih baik.
Dalam pelaksanaannya, PT GAM menjalin kerja sama pendidikan dengan sejumlah perguruan tinggi, termasuk PEP Bandung, Universitas Mulawarman (Unmul), serta Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda.
Herlando juga menyebutkan adanya rencana perluasan kerja sama dengan perguruan tinggi di Balikpapan untuk memperbesar kesempatan pendidikan bagi putra-putri daerah.
Menurutnya, pengembangan kemampuan masyarakat perlu dilakukan melalui berbagai jalur, baik pendidikan formal maupun pelatihan yang langsung berkaitan dengan kebutuhan dunia industri.
Di sisi lain, Wakil Bupati Kutim Mahyunadi sebelumnya menegaskan pentingnya komitmen perusahaan pertambangan dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal hingga mencapai 80 persen.
Mahyunadi menginginkan perusahaan tidak hanya membuka kesempatan kerja, tetapi juga berperan aktif meningkatkan keterampilan masyarakat agar mampu memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan.
Menanggapi harapan tersebut, Herlando memastikan PT GAM terus menjalankan program pengembangan SDM sebagai bagian dari upaya meningkatkan partisipasi tenaga kerja lokal.
Dengan capaian penyerapan sebesar 78 persen, perusahaan masih perlu menambah dua poin persentase untuk memenuhi target yang diharapkan pemerintah daerah.
Melalui keberlanjutan program pelatihan dan beasiswa, PT GAM berupaya memperbesar kesempatan masyarakat Kutim untuk memperoleh pekerjaan sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja daerah.
