Tegal – Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) VIII Tingkat Provinsi Jawa Tengah resmi bergulir. Pembukaan berlangsung meriah pada Jumat malam, (9/10/2026), di Pendopo Amangkurat, Kabupaten Tegal.
Ajang bergengsi santri madrasah diniyah ini diikuti 824 peserta yang tergabung dalam 27 tim, terdiri atas 429 peserta putri dan 395 peserta putra. Prosesi pembukaan semakin semarak dengan pawai kafilah yang mewakili 35 Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) kabupaten/kota se-Jawa Tengah.
Kabupaten Tegal dipercaya menjadi tuan rumah Porsadin VIII dengan mengusung tema “Jayakan Negeri dengan Budi Pekerti.” Hadir mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Tengah Aria Chandra Destianto.
Momentum Penguatan Pendidikan Karakter
Ketua Panitia Ahmad Sururi menuturkan, Porsadin menjadi momentum penting untuk memperkuat peran Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) dalam membangun pendidikan karakter dan budi pekerti generasi muda. Menurutnya, madrasah diniyah memiliki peran strategis dalam membentuk akhlak dan moral anak-anak di tengah berbagai tantangan perkembangan zaman.
“Madrasah diniyah sesungguhnya menjadi garda terdepan untuk membangun dan memperkuat pendidikan karakter atau budi pekerti,” ujarnya.
Ia mengajak pemerintah daerah, Kementerian Agama, serta seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi dalam mendukung pendidikan diniyah di Jawa Tengah. Ahmad Sururi juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Tegal dan seluruh jajaran FKDT kabupaten/kota yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Bukan Sekadar Ajang Juara
Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menegaskan, Porsadin bukan sekadar ajang kompetisi untuk menentukan juara, melainkan juga sarana membangun generasi muda yang sehat jasmani, kuat mental, berprestasi, dan memiliki landasan keagamaan yang kokoh.
Di madrasah diniyah, kata dia, para santri tidak hanya mempelajari Al-Qur’an, fikih, dan akhlak, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, kesabaran, tanggung jawab, kejujuran, serta penghormatan kepada guru dan orang tua.
“Porsadin bukan sekadar ajang untuk menentukan siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, kegiatan ini adalah ikhtiar bersama membangun generasi muda yang sehat jasmani, kuat mental, berprestasi, dan memiliki fondasi keagamaan yang kokoh,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Tegal berkomitmen mendukung penguatan pendidikan keagamaan, termasuk madrasah diniyah dan pesantren. Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan kualitas manusia, karakter, dan spiritualitas.
Kepada seluruh peserta, Bupati berpesan agar mengikuti perlombaan dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, serta tetap menjaga akhlakul karimah.
“Menang adalah prestasi, tetapi mampu menerima kekalahan dengan lapang dada juga merupakan kemenangan yang luar biasa,” tuturnya.
Apresiasi untuk Dukungan Pemkab Tegal
Ketua Umum DPP FKDT Lukman Hakim turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Tegal dalam penyelenggaraan Porsadin VIII. Ia menilai semangat dan kekompakan para pengurus FKDT di berbagai daerah menjadi modal penting dalam mengembangkan potensi santri madrasah diniyah.
Menurutnya, Porsadin merupakan bagian dari upaya menjaring dan mengembangkan talenta santri, khususnya dalam bidang olahraga, seni, dan keagamaan. Ia mencontohkan prestasi peserta didik madrasah diniyah dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), baik di tingkat nasional maupun internasional.
Lukman Hakim berharap para juara Porsadin tingkat Jawa Tengah nantinya mendapatkan pembinaan berkelanjutan dari pemerintah daerah dan Kementerian Agama agar mampu meningkatkan prestasi hingga tingkat nasional.
Ia juga mengingatkan panitia, dewan juri, hakim, dan wasit untuk menjalankan tugas secara profesional, jujur, dan adil. Menurutnya, integritas dalam perlombaan penting untuk menjaga kepercayaan peserta sekaligus menjadi teladan pendidikan karakter bagi para santri.
Perhatikan Keberlangsungan MDT
Selain itu, Lukman meminta pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap keberlangsungan Madrasah Diniyah Takmiliyah, termasuk memastikan kebijakan pendidikan tidak menghambat kegiatan belajar di madrasah diniyah. Ia memberikan apresiasi kepada Kabupaten Tegal yang telah mengalokasikan insentif sebesar Rp2.000.000 per tahun untuk guru MDT.
Lukman juga menyampaikan harapan agar dukungan dan insentif bagi para pendidik madrasah diniyah dapat terus ditingkatkan.
Melalui Porsadin VIII Tingkat Jawa Tengah, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, madrasah diniyah, pesantren, ulama, dan masyarakat dalam melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, sehat jasmani, kuat mental, serta mampu berprestasi.
Porsadin VIII sekaligus menjadi wadah mempererat persaudaraan antarsantri dari berbagai daerah di Jawa Tengah, dengan tetap menjunjung sportivitas dan nilai-nilai akhlakul karimah.
