Padang – Jalanan ibarat urat nadi yang menegang saat tekanan meningkat, begitu pula jalur Padang menuju Bukittinggi yang kembali diatur dengan sistem satu arah demi mencegah kemacetan panjang di tengah lonjakan mobilitas masyarakat.
Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem one way di jalur utama Padang–Bukittinggi via Padang Panjang. Kebijakan ini berlangsung selama tiga hari, mulai [Minggu (22/3/2026)] hingga [Selasa (24/3/2026)], sebagai langkah antisipatif menghadapi peningkatan volume kendaraan, khususnya pada momen arus padat pasca libur panjang.
Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Pol. Reza Chairul Akbar Sidiq menjelaskan bahwa lonjakan kendaraan pada waktu tertentu menjadi alasan utama diberlakukannya sistem ini. Untuk arus dari Padang menuju Bukittinggi, kendaraan hanya diperbolehkan melintas satu arah mulai pukul 10.00 WIB hingga 14.00 WIB, dimulai dari Simpang Tiga Sicincin hingga Simpang Padang Luar. Sementara arus sebaliknya, dari Bukittinggi menuju Padang, dibuka mulai pukul 14.00 WIB hingga 18.00 WIB.
“Peningkatan volume kendaraan pada waktu tertentu membuat rekayasa lalu lintas perlu diterapkan agar tidak terjadi kemacetan panjang,” ujar Reza, Senin (23/3/2026).
Ia menambahkan, penerapan sistem satu arah ini diharapkan mampu mengurai kepadatan kendaraan yang kerap terjadi di jalur tersebut. Petugas kepolisian pun disiagakan di sejumlah titik strategis guna memastikan pengaturan berjalan optimal serta membantu pengendara di lapangan.
Meski demikian, kebijakan ini menuntut kedisiplinan masyarakat dalam mengatur waktu perjalanan. Pengendara yang tidak memahami jadwal berisiko tertahan di titik penutupan jalan, bahkan harus menunggu hingga beberapa jam sebelum jalur kembali dibuka. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi pengguna jalan yang memiliki keterbatasan waktu.
“Pengendara diminta mengatur waktu keberangkatan agar tidak terjebak kepadatan,” tegas Reza.
Di sisi lain, penerapan rekayasa lalu lintas ini kembali memunculkan wacana lama terkait kebutuhan peningkatan infrastruktur jalan di Sumatera Barat. Jalur Padang–Bukittinggi yang menjadi salah satu akses vital dinilai masih rentan terhadap kemacetan saat terjadi lonjakan kendaraan secara signifikan.
Sejumlah pengamat transportasi menilai bahwa solusi jangka pendek seperti sistem one way memang efektif dalam situasi tertentu, namun perlu diimbangi dengan perbaikan kapasitas jalan dan pengembangan jalur alternatif untuk jangka panjang.
Dengan diberlakukannya sistem ini, diharapkan arus kendaraan tetap bergerak dan kemacetan dapat diminimalkan. Namun bagi masyarakat, memahami jadwal dan mematuhi arahan petugas menjadi kunci agar perjalanan tetap lancar tanpa hambatan berarti.
