Mojokerto – Malam takbiran di Dusun Kendalsari ibarat lautan gema takbir yang menggulung hangat di antara jalan desa. Sekitar 800 warga tumpah ruah mengikuti takbir keliling, menciptakan suasana religius sekaligus penuh kebersamaan menjelang Hari Raya Idulfitri.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (20/3/2026) ini dimulai pukul 20.00 WIB dari Masjid Al Ikhlas, Desa Plososari, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Peserta berjalan mengelilingi wilayah RT 02 RW 02 hingga RT 01 RW 02 dengan rute memutar jalan utama dan perkampungan sebanyak dua kali, sebelum ditutup dengan pembagian hadiah dan undian doorprize sekitar pukul 22.30 WIB. Tradisi ini telah digelar secara konsisten sejak tahun 2010 dan terus dipertahankan hingga kini.
Peserta takbir keliling terdiri dari berbagai kalangan, mulai anak-anak hingga orang dewasa. Sedikitnya lima kelompok dari masing-masing RT ambil bagian, membawa obor atau oncor serta diiringi musik patrol dan pengeras suara yang mengumandangkan takbir. Meski tanpa kendaraan hias, suasana tetap hidup dengan busana seragam bernuansa islami yang dikenakan para peserta.
“Takbir keliling ini sudah menjadi tradisi sejak lama dan kami ingin terus menjaga semangat kebersamaan warga dalam menyambut Hari Raya,” ujar Ferdi (21), Ketua Panitia, dalam keterangannya pada Jumat (20/3/2026).
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar perayaan, melainkan juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga. Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi dan semangat kebersamaan selama kegiatan berlangsung.
Selain arak-arakan takbir, panitia juga menyiapkan berbagai hadiah menarik untuk menambah semarak acara. Hadiah utama berupa mesin cuci dan kipas angin menjadi daya tarik tersendiri. Tak hanya itu, tersedia pula hadiah lain seperti sepatu merek lokal, perlengkapan rumah tangga, hingga alat kebersihan.
“Senang sekali bisa ikut meramaikan takbir keliling dan tidak menyangka bisa dapat hadiah mesin cuci,” ungkap Palupi (29), salah satu peserta yang beruntung mendapatkan hadiah utama.
Sekretaris pelaksana, Eva (20), menambahkan bahwa seluruh persiapan dilakukan secara gotong royong oleh warga bersama panitia.
“Semua persiapan dilakukan bersama-sama oleh warga dan panitia agar acara berjalan lancar dan meriah,” katanya.
Ia juga menyebutkan bahwa keamanan kegiatan turut dibantu oleh linmas setempat, sehingga acara berlangsung tertib. Kondisi cuaca yang sempat diguyur hujan ringan setelah maghrib justru berubah cerah saat kegiatan dimulai, sehingga tidak mengganggu jalannya acara.
Dibandingkan tahun sebelumnya, pelaksanaan takbir keliling kali ini dinilai lebih meriah dengan jumlah peserta yang meningkat signifikan. Tradisi ini diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari syiar Islam sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
Kemeriahan takbir keliling di Kendalsari menjadi bukti bahwa tradisi lokal tetap hidup dan berkembang, menghadirkan semangat persatuan dalam menyambut hari kemenangan.
