Surabaya – Lonjakan pengunjung saat libur Lebaran ibarat arus pasang yang tak terbendung, dan Pemerintah Kota Surabaya bersiap agar gelombang itu tetap tertata rapi. Fokus utama diarahkan pada pengaturan titik parkir di kawasan Kebun Binatang Surabaya (KBS), destinasi favorit warga setiap musim liburan panjang.
Menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya mulai mematangkan strategi pengendalian kendaraan di sekitar KBS. Pelaksana tugas Kepala Dishub Surabaya, Trio Wahyu Bowo, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk mengantisipasi kepadatan yang diprediksi terjadi pada periode [20 April 2026] hingga [24 April 2026]. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelancaran lalu lintas sekaligus kenyamanan pengunjung.
“Kami prediksi di tahun 2026 ini pada tanggal 20-24 itu kemungkinan ada lonjakan pengunjung di KBS, kami sudah siapkan tempat-tempat parkirnya,” kata Trio, Selasa (17/3/2026).
Sebagai solusi, Dishub menyiapkan dua lokasi utama untuk parkir kendaraan, yakni Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) dan pusat perbelanjaan Surabaya Town Square (Sutos). TIJ diproyeksikan mampu menampung sekitar 550 kendaraan roda empat dan 373 kendaraan roda dua. Jika kapasitas tersebut telah penuh, pengunjung akan diarahkan menuju Sutos sebagai kantong parkir tambahan yang telah disiapkan melalui kerja sama khusus.
“Setelah di TIJ itu penuh, baru kita arahkan (pengunjung) untuk parkir ke Sutos. Ini parkir khusus KBS ya, karena kami juga sudah bekerjasama,” ujarnya.
Tidak hanya berhenti pada penyediaan lahan parkir, Dishub juga menghadirkan layanan shuttle bus guna mempermudah mobilitas pengunjung. Armada bus sekolah akan difungsikan sebagai transportasi penghubung antara lokasi parkir di Sutos menuju KBS, serta melayani perjalanan kembali setelah kunjungan selesai.
“Bus sekolah akan kami fungsikan sebagai shuttle bus dari tempat parkir yaitu di Sutos mengarah ke KBS. Begitu juga nanti kepulangannya, dari KBS ke Sutos kami fasilitasi dengan shuttle,” pungkasnya.
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Surabaya dalam mengurai potensi kemacetan yang kerap terjadi di sekitar KBS saat musim liburan. Dengan sistem parkir terpusat dan dukungan shuttle bus, diharapkan arus kendaraan dapat lebih terkendali tanpa mengurangi kenyamanan wisatawan.
Selain itu, koordinasi lintas instansi juga menjadi kunci agar pengaturan lalu lintas berjalan efektif. Kehadiran aparat kepolisian di lapangan diharapkan mampu memperkuat pengawasan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Pada akhirnya, langkah antisipatif ini diharapkan mampu menciptakan pengalaman liburan yang tertib dan menyenangkan bagi para pengunjung KBS, sekaligus menjaga kelancaran aktivitas warga Surabaya selama momentum Lebaran.
