Surabaya – Ramadan kini bukan hanya soal ibadah dan kebersamaan, tetapi juga menjadi panggung gaya hidup generasi muda. Di tengah tradisi buka puasa bersama, kafe-kafe estetik di Surabaya menjelma menjadi magnet baru bagi Gen Z yang ingin menikmati momen bukber dengan suasana berbeda—lebih modern, santai, dan tentu saja fotogenik.
Fenomena ini terlihat di salah satu kafe yang berlokasi di Jalan Raya Prapen No. 40, Sidosermo, Kecamatan Wonocolo, Surabaya, pada Rabu (11/3/2026). Sejak sore hari, kafe tersebut mulai dipadati pengunjung yang datang bersama teman-temannya untuk menunggu waktu berbuka puasa. Tidak hanya sekadar makan, mereka juga menghabiskan waktu dengan berbincang santai hingga mengabadikan momen melalui foto.
Kafe dengan konsep estetik memang menawarkan daya tarik tersendiri. Desain interior yang modern, pencahayaan yang hangat, serta sudut-sudut unik menjadi alasan utama mengapa tempat seperti ini diminati. Bagi generasi muda, pengalaman berbuka puasa tidak hanya soal hidangan, tetapi juga suasana yang mendukung interaksi sosial dan ekspresi diri.
Salah satu pengunjung, Shalvana (20), mengaku sengaja memilih kafe estetik sebagai lokasi buka puasa bersama teman-temannya. Ia menilai tempat yang nyaman dan menarik secara visual membuat momen kebersamaan menjadi lebih berkesan.
“Kami biasanya mencari tempat yang nyaman untuk bukber, sekalian bisa ngobrol dan foto-foto bersama teman,” ujarnya.
Menurut Shalvana, keberadaan banyak anak muda di lokasi yang sama juga menciptakan suasana yang lebih hidup. Hal ini membuat kegiatan buka puasa terasa lebih santai dan menyenangkan dibandingkan tempat makan biasa.
“Kalau tempatnya estetik dan banyak anak muda, suasananya jadi lebih seru dan tidak membosankan,” tambahnya.
Tren ini menunjukkan adanya pergeseran pola konsumsi di kalangan generasi muda, khususnya dalam memilih tempat berkumpul. Kafe tidak lagi sekadar tempat makan, melainkan juga menjadi ruang sosial yang mendukung gaya hidup urban. Faktor kenyamanan, desain, hingga “nilai visual” menjadi pertimbangan penting dalam menentukan lokasi bukber.
Di sisi lain, fenomena ini juga memberikan dampak positif bagi pelaku usaha kuliner. Selama Ramadan, kafe-kafe estetik mengalami peningkatan jumlah pengunjung, terutama pada jam menjelang berbuka puasa. Banyak pelaku usaha yang memanfaatkan momentum ini dengan menawarkan paket menu khusus bukber untuk menarik minat pelanggan.
Meski demikian, tren bukber di kafe juga mengingatkan pentingnya menjaga esensi Ramadan itu sendiri, yakni kebersamaan dan kesederhanaan. Bagi Gen Z, memadukan gaya hidup modern dengan nilai-nilai spiritual menjadi tantangan sekaligus peluang untuk menciptakan pengalaman Ramadan yang lebih bermakna.
Dengan semakin populernya konsep ini, kafe estetik di Surabaya diprediksi akan terus menjadi pilihan utama generasi muda untuk berbuka puasa bersama, tidak hanya pada Ramadan tahun ini, tetapi juga di masa mendatang.
