Mojokerto – Suasana belanja di bulan Ramadan diwarnai hiruk-pikuk aktivitas warga yang berburu kebutuhan harian. Di Swalayan Sanrio Mojokerto, antrean panjang di kasir menjadi pemandangan yang tak terhindarkan, seolah menggambarkan meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang waktu berbuka puasa.
Kondisi tersebut terlihat pada Rabu (11/3/2026), ketika sejumlah pengunjung memadati area swalayan sejak sore hari. Lorong-lorong belanja dipenuhi warga yang memilih berbagai kebutuhan, mulai dari makanan ringan, minuman, hingga bahan pokok untuk persiapan berbuka dan sahur. Kepadatan semakin terasa menjelang waktu magrib, saat banyak warga datang setelah menyelesaikan aktivitas harian mereka.
Fenomena ini bukan hal baru setiap Ramadan. Peningkatan jumlah pengunjung biasanya terjadi karena masyarakat memanfaatkan waktu untuk sekaligus membeli stok kebutuhan rumah tangga. Selain untuk konsumsi harian, banyak warga juga mulai mempersiapkan kebutuhan tambahan menjelang Hari Raya Idulfitri.
Salah satu pengunjung, Lina (35), mengaku sengaja datang ke swalayan untuk membeli berbagai keperluan berbuka puasa. Ia menilai belanja di sore hari menjadi pilihan karena lebih praktis setelah beraktivitas.
“Saya membeli camilan dan minuman untuk berbuka. Biasanya kalau Ramadan memang lebih ramai dari hari biasa,” ujarnya.
Di area kasir, antrean panjang terlihat mengular dengan pengunjung yang membawa keranjang maupun troli berisi barang belanjaan. Meski harus menunggu cukup lama, para pembeli tetap tertib mengantre sambil menunggu giliran pembayaran. Pihak swalayan juga terlihat berupaya mengatur alur antrean agar tetap kondusif.
Meningkatnya aktivitas belanja ini mencerminkan perubahan pola konsumsi masyarakat selama Ramadan. Selain kebutuhan pokok, permintaan terhadap produk makanan siap saji dan camilan juga mengalami peningkatan signifikan. Hal ini sejalan dengan kebiasaan masyarakat yang ingin menyediakan berbagai pilihan menu untuk berbuka puasa bersama keluarga.
Bagi pelaku usaha ritel, momen Ramadan menjadi periode penting untuk meningkatkan penjualan. Lonjakan pengunjung seperti yang terjadi di Swalayan Sanrio menjadi indikator meningkatnya daya beli masyarakat, sekaligus peluang bagi sektor perdagangan untuk berkembang.
Namun di sisi lain, kepadatan pengunjung juga menuntut pengelolaan yang baik agar kenyamanan tetap terjaga. Pengaturan antrean, ketersediaan stok barang, serta pelayanan yang cepat menjadi faktor penting dalam menjaga kepuasan pelanggan.
Keramaian di Swalayan Sanrio Mojokerto pun menjadi gambaran nyata dinamika Ramadan di tengah masyarakat. Di balik antrean panjang, tersimpan semangat warga dalam memenuhi kebutuhan sekaligus menyambut momen kebersamaan yang hanya hadir setahun sekali.
