Mojokerto – Rintik hujan yang turun sejak sore tidak menghalangi keramaian di jalan cor yang membelah persawahan Dusun Bicak, Desa Bicak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Pada hari pertama Ramadan, kawasan yang biasanya menjadi akses pertanian itu berubah menjadi pasar takjil dadakan yang dipadati warga yang berburu menu berbuka puasa.
Pasar takjil yang berada di jalur penghubung Desa Bicak dan Desa Tawangsari tersebut mulai ramai pada Kamis (19/2/2026). Sejak sekitar pukul 15.00 WIB, para pedagang sudah membuka lapak sederhana di sepanjang tepi jalan. Payung warna-warni dan tenda kecil berjajar di sisi jalan yang menghadap langsung ke area persawahan. Sekitar 18 pedagang tercatat ikut meramaikan pasar takjil tersebut dengan berbagai menu makanan dan minuman untuk berbuka.
Keramaian mulai terlihat sekitar pukul 16.00 WIB ketika warga berdatangan untuk membeli takjil. Bahkan sebelum hujan gerimis turun sekitar pukul 16.40 WIB, arus kendaraan di sekitar lokasi sempat tersendat karena banyaknya warga yang berhenti untuk membeli makanan.
Salah seorang pedagang sempol ayam berinisial AN (32) mengatakan dirinya sudah berjualan di lokasi tersebut sejak tahun 2023, tepat setelah jalan cor di kawasan itu selesai dibangun. Ia rutin membuka lapak setiap bulan Ramadan dari pukul 15.00 WIB hingga menjelang waktu berbuka puasa.
“Kalau hari pertama biasanya ramai. Tahun ini juga sama ramainya, hanya saja tadi sempat gerimis jadi pembeli tidak sebanyak kalau cuaca cerah. Sebelum hujan sempat agak macet,” ujarnya.
Ia menjual sempol ayam seharga Rp1.000 per buah dan sempol isi telur puyuh Rp2.000 per buah. Menu tersebut menjadi salah satu jajanan yang cukup diminati pembeli. Dalam sehari, AN memperkirakan omzet penjualannya bisa mencapai sekitar Rp200 ribu.
“Semoga cuaca mendukung di sore hari supaya jualan bisa habis semua,” katanya.
Antusiasme juga terlihat dari para pembeli yang tetap datang meski cuaca kurang bersahabat. Salah seorang warga Desa Bicak berinisial SU (50) mengaku sengaja datang ke lokasi tersebut untuk membeli takjil karena jaraknya dekat dari rumah.
“Karena dekat, jadi tidak perlu jauh-jauh untuk ngabuburit dan berburu takjil. Saya beli sempol ayam dan es oyen. Walaupun gerimis, tetap ramai, pembeli datang bergantian,” ujarnya.
Menurutnya, pasar takjil tersebut selalu ramai setiap Ramadan dan menjadi salah satu pilihan warga untuk mencari menu berbuka puasa.
Keberadaan pasar takjil ini bermula setelah pembangunan jalan cor pada tahun 2023 yang menghubungkan Desa Bicak dan Desa Tawangsari. Awalnya, jalan tersebut dibangun untuk memudahkan akses petani menuju lahan persawahan. Namun setiap bulan Ramadan, warga memanfaatkannya sebagai lokasi berjualan aneka makanan berbuka.
Pengelola pasar takjil berinisial DS (45) menjelaskan bahwa tidak ada aturan khusus bagi pedagang yang ingin berjualan di lokasi tersebut. Warga yang ingin membuka lapak cukup menyiapkan tempat jualannya sendiri di sepanjang jalan.
“Siapa saja yang ingin berjualan dipersilakan menyiapkan lapaknya sendiri,” ujarnya.
Meski digelar secara sederhana di tengah area persawahan, pasar takjil Dusun Bicak menjadi alternatif bagi warga sekitar untuk mendapatkan berbagai menu berbuka puasa. Bahkan hujan gerimis yang turun pada sore hari pertama Ramadan itu tidak menyurutkan semangat pedagang maupun pembeli yang terus berdatangan hingga menjelang azan magrib.
