Mojokerto – Aroma manis nastar mulai menguar dari dapur-dapur rumah warga di Kutorejo, seiring meningkatnya permintaan kue kering menjelang Hari Raya. Di tengah tradisi Lebaran yang identik dengan sajian khas, produksi nastar rumahan kini ikut menggeliat, menjadi peluang usaha yang menjanjikan bagi warga setempat.
Menjelang Hari Raya pada Kamis (19/2/2026), permintaan kue nastar home made di wilayah Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Salah satu pelaku usaha rumahan, Ria Puspita, mulai meningkatkan kapasitas produksinya untuk memenuhi pesanan pelanggan yang terus berdatangan dalam beberapa hari terakhir. Ia memproduksi nastar setiap hari dari rumahnya dengan sistem pre-order maupun pembelian langsung.
“Permintaan meningkat karena banyak masyarakat yang mempersiapkan kue Lebaran lebih awal,” ujarnya.
Ria menjelaskan bahwa seluruh proses produksi dilakukan secara mandiri dengan tetap memperhatikan kualitas bahan dan kebersihan. Ia menggunakan bahan-bahan pilihan seperti mentega, tepung, dan selai nanas sebagai isian utama. Setiap nastar dipanggang hingga matang sempurna, lalu dikemas dalam toples plastik agar tetap rapi dan menarik saat diterima pembeli.
Selain mengandalkan pembeli dari sekitar Kutorejo, pemasaran juga dilakukan melalui media sosial dan aplikasi pesan singkat. Cara ini dinilai efektif untuk menjangkau konsumen yang lebih luas tanpa harus membuka toko fisik. Dengan sistem tersebut, pesanan datang tidak hanya dari lingkungan sekitar, tetapi juga dari wilayah lain di Mojokerto.
Harga yang ditawarkan relatif terjangkau dengan kualitas rasa yang tetap dijaga. Hal ini menjadi salah satu faktor utama yang membuat nastar buatan rumahan tetap diminati dibandingkan produk pabrikan. Konsumen cenderung memilih produk home made karena dinilai lebih segar dan memiliki cita rasa khas.
Meningkatnya permintaan kue nastar ini juga mencerminkan tradisi masyarakat dalam menyambut Hari Raya. Nastar menjadi salah satu kue kering yang hampir selalu hadir di meja tamu saat Lebaran, sehingga kebutuhan akan produk ini cenderung meningkat setiap tahunnya.
Selain memberikan pilihan bagi konsumen, usaha nastar rumahan juga berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat. Pelaku usaha kecil seperti Ria Puspita memanfaatkan momentum ini untuk menambah penghasilan sekaligus mengembangkan usahanya secara bertahap.
Dengan tren permintaan yang terus meningkat, produksi nastar home made di Kutorejo diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi salah satu penopang ekonomi lokal. Keberadaan usaha rumahan ini tidak hanya memenuhi kebutuhan kue Lebaran, tetapi juga memperkuat peran UMKM dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.
