Jember – Lantunan sholawat menggema di Desa Klompangan, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Selasa (10/3/2026). Di tengah suasana Ramadan yang penuh khidmat, ratusan emak-emak dari berbagai desa memadati lokasi kegiatan Sholawat Kampung yang sekaligus menjadi ajang silaturahmi antara masyarakat dan pemerintah daerah.
Acara keagamaan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Jember, Muhamad Fawait. Selain mengikuti kegiatan bershalawat bersama warga, bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan sejumlah program pelayanan publik yang tengah dijalankan Pemerintah Kabupaten Jember.
Dalam sambutannya, Fawait menegaskan bahwa pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP) saat ini sepenuhnya gratis. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak ragu melaporkan jika menemukan praktik pungutan liar atau pelayanan yang dipersulit oleh oknum tertentu.
“Pengurusan KTP sekarang gratis. Kalau sampai bayar, wadul Gus’e. Kalau dipersulit juga wadul Gus’e di nomor 0811-3031-1188. Untuk membuat KTP cukup datang ke kecamatan,” ujar Muhamad Fawait di hadapan para jamaah.
Menurutnya, kehadiran pemerintah daerah dalam kegiatan masyarakat seperti ini merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan dengan warga sekaligus memastikan berbagai program pemerintah dapat diketahui secara langsung oleh masyarakat.
“Kami datang ke sini dengan niat silaturahmi. Kami juga minta tolong kepada masyarakat untuk ikut membantu memperlancar program pemerintah,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Fawait juga menyosialisasikan program Universal Health Coverage (UHC) yang kini telah diterapkan di Kabupaten Jember. Melalui program tersebut, masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan secara gratis hanya dengan menunjukkan KTP di fasilitas kesehatan atau rumah sakit.
“Sekarang kalau ke rumah sakit cukup pakai KTP, gratis melalui program UHC. Bukan hanya orang sakit, melahirkan juga gratis. Jangan lagi warga Ajung melahirkan tidak di rumah sakit,” tegasnya.
Ia memastikan bahwa pelayanan bagi pasien yang memanfaatkan program UHC tidak dibedakan dengan pasien yang membayar secara mandiri. Jika masyarakat menemukan perlakuan yang tidak adil, ia meminta agar segera melaporkannya.
“Tidak ada perbedaan pelayanan antara yang gratis dan yang bayar. Kalau ada pelayanan berbeda, wadul Gus’e,” tambahnya.
Selain membahas layanan administrasi dan kesehatan, Fawait juga menyampaikan kabar terkait insentif bagi para guru ngaji di Jember. Ia memastikan bantuan tersebut akan dicairkan sebelum Hari Raya Idulfitri sehingga para penerima dapat merasakan manfaatnya menjelang Lebaran.
Tak hanya itu, pemerintah daerah juga menyiapkan berbagai program bantuan untuk organisasi masyarakat, termasuk bagi para ketua Muslimat. Bantuan tersebut ditargetkan dapat dicairkan sebelum bulan Desember tahun ini.
Dalam kesempatan tersebut, Fawait turut menyinggung rencana pembangunan infrastruktur di Kabupaten Jember, termasuk proyek pembangunan flyover di kawasan Mangli. Proyek yang diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp700 miliar itu direncanakan mulai dikerjakan pada tahun ini.
Ia juga meminta masyarakat bersabar terkait kondisi jalan di sejumlah wilayah yang masih membutuhkan perbaikan. Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen melakukan pembenahan infrastruktur secara bertahap.
Dengan kegiatan Sholawat Kampung ini, selain memperkuat nilai religius di tengah masyarakat, pemerintah daerah juga berharap komunikasi dengan warga semakin terbuka sehingga berbagai program pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. (ADV).
