Bondowoso – Program pendampingan gizi bagi kelompok rentan melalui Program B3 (Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita) di Desa Sukosari Lor, Kecamatan Sukosari, Kabupaten Bondowoso, tetap berjalan selama bulan suci Ramadan. Penyaluran bantuan dilakukan dengan skema khusus agar masyarakat yang menjalankan ibadah puasa tetap mendapatkan asupan gizi yang cukup.
Distribusi bantuan gizi tersebut dilakukan oleh SPPG Sukosari Lor pada Kamis (5/3/2026). Penyaluran dilakukan secara rapel dengan kombinasi menu kering dan menu basah untuk menyesuaikan kebutuhan penerima manfaat selama Ramadan.
Kepala Dapur SPPG Sukosari Lor, Muhammad Ferdo Syaifullah, S.E., menjelaskan bahwa metode distribusi selama Ramadan dilakukan dua kali dalam sepekan untuk mempermudah proses penyaluran.
“Untuk bulan Ramadan ini, kami menyalurkan paket berupa menu kering dan menu basah. Pengirimannya dirapel. Hari Senin dikirim untuk kebutuhan Senin, Selasa, dan Rabu. Kemudian hari Kamis dikirim untuk Kamis, Jumat, dan Sabtu,” ujarnya.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar penerima manfaat tetap memperoleh asupan gizi secara optimal meskipun pola aktivitas masyarakat berubah selama bulan puasa.
Sementara itu, Asisten Lapangan Program B3, Fauziyah Agustin, menyampaikan bahwa saat ini jumlah penerima manfaat di wilayah Sukosari mencapai 205 orang. Mereka tersebar di delapan posyandu yang berada di wilayah Desa Sukosari Lor.
Para penerima manfaat terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, serta balita yang menjadi kelompok prioritas dalam program peningkatan gizi masyarakat.
Ia juga menyebutkan bahwa jumlah penerima manfaat masih berpotensi bertambah seiring dengan proses pendataan yang terus dilakukan oleh pihak SPPG bersama kader posyandu di desa.
“Insyaallah ke depan jumlah penerima manfaat Program B3 ini akan terus bertambah. Dalam beberapa minggu ke depan, SPPG akan berkoordinasi dengan posyandu agar seluruh sasaran dapat menerima manfaat secara merata dan tepat,” katanya.
Program B3 sendiri merupakan program berkelanjutan yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi kelompok rentan, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Dalam setiap penyaluran, penerima manfaat memperoleh satu paket menu basah serta dua paket menu kering yang telah disesuaikan dengan kebutuhan gizi.
Fauziyah berharap program tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi kesehatan ibu dan anak sekaligus menjadi langkah preventif dalam mencegah stunting sejak dini.
“Harapan kami dalam tiga minggu ke depan manfaat program ini semakin terasa, terutama bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Untuk balita, pemenuhan gizi sangat penting untuk menjaga pertumbuhan dan mencegah stunting,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa pihak SPPG berkomitmen menjaga kualitas pelaksanaan program dengan memperhatikan mutu bahan makanan, kebersihan, serta kandungan gizi dalam setiap paket yang disalurkan.
“Kami berkomitmen menjalankan program ini dengan penuh tanggung jawab. Kualitas bahan, kebersihan, dan kandungan gizi menjadi fokus kami agar Program B3 benar-benar memberikan dampak positif bagi kesehatan ibu dan anak,” tegasnya.
Salah satu penerima manfaat, Else, ibu menyusui dari Posyandu Matahari, Desa Sukosari, mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada pemerintah. Program ini sangat membantu kami, terutama ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Semoga terus berlanjut,” ujarnya.
Melalui pelaksanaan yang konsisten serta pengawasan berkelanjutan, Program B3 di Sukosari Lor diharapkan mampu meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus menjadi langkah konkret dalam upaya pencegahan stunting di Kabupaten Bondowoso.
