Tasikmalaya – Suasana halaman SMPN 1 Cisayong pada kegiatan Ramadan hari keempat dipenuhi teriakan antusias para siswa. Kegiatan yang biasanya identik dengan ceramah keagamaan kali ini justru menghadirkan permainan edukatif yang membuat peserta bergerak aktif meski sedang menjalankan ibadah puasa.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (5/3/2026) tersebut menghadirkan permainan bernama “Tupai Pemburu”, sebuah game interaktif yang dirancang untuk melatih kepekaan indera, ketangkasan gerakan tubuh, serta kemampuan fokus para peserta. Permainan ini menjadi salah satu agenda dalam rangkaian kegiatan Ramadan yang diselenggarakan SMPN 1 Cisayong bekerja sama dengan Pesantren Pramuka Khalifa.
Dalam pelaksanaannya, para siswa mengikuti permainan secara berkelompok di area kegiatan luar ruangan. Para peserta diminta memperhatikan instruksi dengan cermat, kemudian merespons gerakan atau situasi yang diberikan dalam permainan. Dinamika permainan yang cepat membuat para siswa harus selalu waspada dan fokus agar tidak tertinggal dari kelompok lainnya.
Salah satu pembimbing kegiatan menjelaskan bahwa permainan tersebut tidak hanya bertujuan untuk hiburan, tetapi juga memiliki nilai pembelajaran bagi siswa.
“Game Tupai Pemburu ini melatih kepekaan indera, konsentrasi, serta koordinasi gerakan tubuh. Selain itu, siswa juga belajar bekerja sama dan merespons situasi dengan cepat,” ujar Yuliani, pendamping dari Pesantren Pramuka Khalifa saat kegiatan berlangsung pada Kamis (5/3/2026).
Teriakan semangat dan tawa para siswa terdengar sepanjang permainan berlangsung. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang dikemas dalam bentuk permainan mampu membuat kegiatan Ramadan terasa lebih hidup dan tidak monoton.
Melalui permainan seperti ini, siswa juga diajak memahami bahwa menjalankan ibadah puasa tidak berarti harus membatasi aktivitas secara berlebihan. Dengan kegiatan yang terarah dan tetap memperhatikan kondisi fisik, para siswa tetap dapat bergerak aktif sekaligus memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan.
Kerja sama antara SMPN 1 Cisayong dan Pesantren Pramuka Khalifa dalam kegiatan Ramadan ini memang dirancang dengan pendekatan yang berbeda. Selain memberikan materi keagamaan, program ini juga memadukan unsur permainan, diskusi, dan aktivitas luar ruangan yang bertujuan membangun karakter siswa.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan nilai kebersamaan, kedisiplinan, serta kepercayaan diri di kalangan siswa. Selain itu, aktivitas yang variatif juga membuat para peserta lebih mudah memahami pesan-pesan pembelajaran yang disampaikan selama kegiatan Ramadan berlangsung.
Dengan berbagai kegiatan kreatif yang digelar setiap harinya, program Ramadan di SMPN 1 Cisayong menjadi pengalaman belajar yang tidak hanya memperkuat nilai spiritual, tetapi juga mengembangkan kemampuan sosial dan karakter para siswa.
