Mojokerto – Malam yang seharusnya tenang berubah mencekam ketika suara gemuruh terdengar dari arah tebing di Desa Kintelan, Kecamatan Puri. Longsor yang terjadi pada Rabu (18/2/2026) antara pukul 18.00 hingga 20.00 WIB itu sontak membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah.
Peristiwa tersebut terjadi di area tanah tebing yang lokasinya tidak jauh dari permukiman penduduk. Material tanah yang runtuh mengganggu aktivitas masyarakat sekitar, meski tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Pada Kamis (19/2/2026), Penjabat Camat Puri Hari bersama Penjabat Lurah Kintelan Eko Wahyu dan warga setempat meninjau langsung lokasi kejadian untuk memastikan kondisi lapangan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, longsor diduga dipicu kondisi tanah labil akibat curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir. Tebing yang berada di sekitar pemukiman tersebut mengalami pergeseran hingga akhirnya ambrol. Meski tidak ada rumah warga yang tertimbun, kekhawatiran akan longsor susulan terus menghantui masyarakat, terutama jika hujan deras kembali turun.
Salah satu warga, Ukayah, mengungkapkan peristiwa itu terjadi saat sebagian warga tengah beraktivitas di rumah.
“Kejadian longsor ini pas malam hari jam 6 hingga 8 malam. Harapan saya segera ditangani supaya tidak kembali longsor lagi,” ucapnya.
Pernyataan senada disampaikan Penjabat Lurah Kintelan, Eko Wahyu. Ia membenarkan adanya kejadian tersebut dan memastikan pemerintah desa langsung melakukan pengecekan serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk langkah penanganan.
“Saya berharap agar Pemerintah Kabupaten Mojokerto dan dinas terkait segera menanggapi terkait hal longsor ini agar warga tidak khawatir,” tutur Eko Wahyu.
Ia menambahkan, pemerintah desa telah mengimbau warga yang tinggal di sekitar tebing untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat cuaca ekstrem. Selain pembersihan material longsor, langkah antisipasi seperti penguatan struktur tanah dan sistem drainase dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Kehadiran unsur pemerintah kecamatan dan desa di lokasi menjadi bentuk respons awal terhadap keresahan warga. Meski situasi sudah relatif kondusif, warga masih berharap adanya penanganan cepat dari pemerintah daerah, termasuk kajian teknis dari dinas terkait untuk memastikan stabilitas tanah di area tersebut.
Peristiwa longsor malam hari di Desa Kintelan Mojokerto ini menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi bencana, terutama di wilayah yang memiliki kontur tanah tebing dan rawan pergerakan tanah. Dengan langkah cepat dan kolaborasi lintas instansi, masyarakat berharap rasa aman dapat segera kembali menyelimuti Desa Kintelan.
