Bondowoso – Piring-piring berisi menu bergizi kini menjadi bagian dari rutinitas belajar siswa di Desa Sukosari Lor. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi berjalan dan menjangkau 1.339 siswa dari berbagai jenjang pendidikan, sebagai langkah nyata pemerintah dalam memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi sejak dini. Program ini diharapkan menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi bangsa yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Pelaksanaan MBG di Desa Sukosari Lor, Kecamatan Sukosari, Kabupaten Bondowoso, dikoordinasikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Sukosari Lor bondowoso, jawa timur. Kepala SPPG Sukosari Lor, Muhammad Ferdo Syaifullah, S.E., menyampaikan bahwa total penerima manfaat program ini mencapai 1.339 orang. Selain siswa, program juga menyasar koordinator serta guru sekolah yang terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan.
Menurut Ferdo, penerima manfaat MBG tersebar di tujuh sekolah dan lembaga pendidikan yang berada di wilayah Desa Sukosari Lor. Jenjang pendidikan yang terlibat pun cukup beragam, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Raudhatul Athfal (RA), Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar Negeri (SDN), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), hingga Madrasah Aliyah (MA).
“Program ini dirancang untuk menjangkau seluruh jenjang pendidikan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh peserta didik di wilayah Sukosari Lor,” ujar Ferdo saat ditemui, Kamis (29/01/2026).
Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis tidak semata-mata berfokus pada penyediaan makanan. Aspek kualitas gizi menjadi perhatian utama, dengan menu yang disusun menyesuaikan kebutuhan anak berdasarkan usia dan tingkat pendidikan masing-masing. Dengan pendekatan tersebut, MBG diharapkan tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga mendukung tumbuh kembang dan konsentrasi belajar siswa.
Ferdo menambahkan bahwa kesiapan teknis dan koordinasi antarpihak menjadi kunci keberhasilan program. Mulai dari proses penyediaan bahan pangan, pengolahan, hingga distribusi makanan ke sekolah-sekolah, semuanya dilakukan dengan perencanaan matang agar berjalan tepat waktu dan sesuai standar.
“Harapan kami, program ini bisa terus berjalan tanpa hambatan, demi menunjang kebutuhan gizi dan tumbuh kembang generasi bangsa,” katanya.
Lebih lanjut, Ferdo membuka ruang partisipasi dan evaluasi dari berbagai pihak, khususnya sekolah dan wali murid. Menurutnya, masukan dari lapangan sangat penting untuk memastikan pelaksanaan program semakin baik dan tepat sasaran. Dengan adanya komunikasi dua arah, kendala yang muncul dapat segera diantisipasi dan diperbaiki.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya bergantung pada peran SPPG sebagai pelaksana. Sinergi antara pemerintah daerah, pihak sekolah, serta orang tua siswa menjadi faktor penentu agar program ini dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak nyata.
Dengan kolaborasi yang solid tersebut, Ferdo optimistis Program Makan Bergizi Gratis di Desa Sukosari Lor dapat menjadi contoh pelaksanaan program pemenuhan gizi yang efektif di Kabupaten Bondowoso. Program ini diharapkan mampu berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang lebih sehat, kuat, dan siap bersaing di masa depan.
