Kudus – Upaya menahan laju banjir tak selalu harus dimulai dari proyek besar. Dari halaman rumah yang sederhana, langkah kecil bisa memberi dampak luas. Itulah pesan yang disampaikan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, saat mengajak kader PKK menanam pohon sebagai bagian dari mitigasi bencana banjir.
Ajakan tersebut disampaikan Nawal saat membuka kegiatan Gerakan Ibu/Perempuan Menanam Pohon atau Gerakan Rabu Pon di Balai Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Selasa (27/1/2026). Ia menekankan pentingnya keterlibatan keluarga, khususnya kaum ibu, dalam menjaga lingkungan dan memperkuat daya resap air di kawasan permukiman.
Menurut Nawal, TP PKK Jawa Tengah memiliki program unggulan Gerakan Rabu Pon yang tidak hanya berorientasi pada penghijauan, tetapi juga menyasar ketahanan pangan dan pengurangan risiko bencana. Melalui penanaman pohon di setiap pekarangan rumah, masyarakat diharapkan mampu berkontribusi langsung dalam mencegah genangan dan banjir saat musim hujan.
“Kita pastikan bahwa di halaman kita sudah tertanam pohon-pohon untuk memenuhi resapan air,” ujar Nawal di hadapan para kader PKK dan warga setempat.
Ia menjelaskan, saat ini Jawa Tengah memasuki musim penghujan dengan tingkat kerawanan bencana hidrometeorologi yang cukup tinggi, seperti banjir dan tanah longsor. Pohon-pohon yang ditanam di halaman rumah dinilai efektif menyerap air hujan, sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan di kawasan padat penduduk.
Data yang disampaikan Nawal menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025, Jawa Tengah mengalami 361 kejadian bencana dengan total 2.716 peristiwa, meliputi banjir, banjir rob, tanah longsor, pohon tumbang, kebakaran, hingga cuaca ekstrem. Kondisi tersebut menjadi dasar kuat perlunya gerakan mitigasi berbasis masyarakat yang dilakukan secara masif dan berkelanjutan.
Gerakan Rabu Pon sendiri merupakan inovasi TP PKK Jawa Tengah yang mengintegrasikan tiga program nasional TP PKK, yakni Aku Hatinya PKK (Amalkan dan Kukuhkan Halaman Asri, Teratur, Indah, dan Nyaman), PKK Sigab (Siaga dan Tanggap Bencana), serta Ketapang Mas (Ketahanan Pangan Berbasis Masyarakat). Program ini juga sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen agar kader PKK aktif terlibat dalam mitigasi bencana.
Pada kegiatan tersebut, Nawal didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Kudus Endhah Endayani Sam’ani Intakoris bersama puluhan kader PKK melakukan penanaman 200 bibit pohon. Bibit tersebut berasal dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Djarum Foundation.
Selain penanaman pohon, TP PKK Jawa Tengah juga menyerahkan bantuan bibit tanaman, ayam petelur beserta kandangnya kepada warga. Bantuan ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan keluarga dengan memanfaatkan pekarangan rumah secara optimal.
“Dalam ketahanan pangan, kita bukan hanya menanam, tetapi juga memastikan pekarangan rumah bisa dimanfaatkan untuk peternakan,” ungkap Nawal yang juga merupakan istri Wakil Gubernur Jawa Tengah.
Sebagai langkah lanjutan mitigasi banjir, Nawal mengajak masyarakat membuat lubang biopori di setiap halaman rumah agar air hujan dapat terserap lebih cepat dan mengalir dengan baik ke sungai. Ia meyakini, jika gerakan ini dilakukan dari rumah ke rumah dalam skala besar, potensi banjir dapat ditekan secara signifikan.
“Kalau gerakannya jutaan rumah, ini bisa menjadi langkah awal meminimalisir banjir,” tegasnya.
Ia pun mengingatkan masyarakat untuk menjaga kepedulian lingkungan, dimulai dari hal sederhana seperti tidak membuang sampah ke saluran air atau sungai. Menurutnya, kebiasaan kecil tersebut kerap menjadi pemicu utama tersumbatnya aliran air dan terjadinya banjir.
