Bondowoso – Seperti jarum jam yang tak boleh terlambat berdetak, layanan kesehatan dituntut hadir tepat waktu. Pemerintah Kabupaten Bondowoso menjawab tuntutan itu dengan menambah 10 unit ambulans baru bagi puskesmas. Penyerahan armada dilakukan di Pendopo Ki Ronggo Bagus Assra, sebagai simbol keseriusan daerah dalam memastikan setiap warga mendapat pertolongan medis secepat mungkin, terutama dalam kondisi darurat yang tak mengenal kompromi.
Penambahan armada tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Abdul Hamid Wahid yang menyerahkan kunci ambulans secara simbolis kepada petugas puskesmas penerima. Langkah ini merupakan bagian dari penguatan kesiapsiagaan layanan kesehatan daerah, agar kejadian keterlambatan penanganan pasien dapat ditekan secara signifikan. Program ini juga sejalan dengan upaya pemerataan akses kesehatan hingga ke wilayah kerja puskesmas yang memiliki tantangan geografis dan jarak tempuh cukup jauh.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, dr Arief Sudibyo, menjelaskan bahwa penambahan ambulans dilakukan untuk menjawab kebutuhan riil di lapangan. Selama ini, keterbatasan jumlah armada kerap membuat puskesmas berada dalam posisi sulit ketika harus melayani lebih dari satu kasus darurat secara bersamaan.
“Dengan penyerahan 10 ambulans ini, setiap puskesmas memiliki lebih dari satu unit. Ketika satu ambulans sedang digunakan, masih ada unit lain yang siaga untuk melayani masyarakat,” ujar dr Arief.
Ia menambahkan, pengadaan ambulans baru ini tidak hanya soal kuantitas, tetapi juga kualitas. Sejumlah ambulans lama dinilai sudah melewati usia ideal pemakaian dan berisiko mengalami gangguan teknis. Kondisi tersebut tentu dapat menghambat kecepatan layanan, terutama saat detik-detik kritis penyelamatan pasien.
“Armada yang layak dan siap pakai menjadi kunci agar pelayanan kesehatan tetap optimal, terutama dalam situasi darurat,” kata dr Arief.
Ambulans yang diserahkan akan difungsikan ganda, yakni sebagai kendaraan pelayanan kesehatan keliling dan sebagai sarana rujukan pasien ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap. Seluruh unit telah dilengkapi peralatan medis sesuai standar kebutuhan puskesmas, sehingga dapat langsung dioperasikan tanpa perlu penyesuaian tambahan.
Sepuluh puskesmas yang menerima tambahan armada tersebut meliputi Puskesmas Tapen, Kademangan, Sukosari, Nangkaan, Pakem, Binakal, Pujer, Grujugan, Taman Krocok, dan Tlogosari. Wilayah-wilayah ini dinilai memiliki kebutuhan layanan rujukan yang cukup tinggi, baik karena jumlah penduduk maupun karakteristik wilayahnya.
Pendanaan pengadaan ambulans berasal dari berbagai sumber, antara lain Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) Dana Alokasi Umum (DAU), serta DAU Kesehatan. Skema pembiayaan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mengoptimalkan berbagai sumber anggaran demi kepentingan publik.
Dengan tambahan armada tersebut, Pemkab Bondowoso berharap layanan kesehatan semakin cepat, responsif, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Harapannya, tak ada lagi waktu terbuang sia-sia ketika nyawa menjadi taruhan, dan kehadiran ambulans benar-benar menjadi jembatan penyelamat bagi warga yang membutuhkan penanganan segera.
