Pasaman Barat – Malam yang biasanya lengang mendadak berubah menjadi pesta rakyat. Jalur 32 Pasaman Barat, yang dikenal sebagai salah satu ruang publik favorit warga, Sabtu malam menjelang pergantian Tahun Baru 2026 dipenuhi ribuan manusia. Lampu-lampu pedagang berkilauan seperti kunang-kunang kota, aroma jajanan bercampur tawa pengunjung, menjadikan malam Minggu itu terasa hangat dan berdenyut oleh kebersamaan.
Keramaian mulai terlihat sejak selepas magrib dan mencapai puncaknya sekitar pukul 20.00 WIB. Arus masyarakat dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pasaman Barat mengalir deras menuju Jalur 32 Pasaman Barat hingga ke halaman Kantor Bupati Pasaman Barat. Mereka datang dengan beragam tujuan, mulai dari sekadar berjalan santai, berburu kuliner malam, hingga mengajak anak-anak menikmati wahana permainan.
Pantauan di lapangan menunjukkan ruas jalan dari kawasan Rumah Sakit Yarsi Ibnu Sina Simpang Empat hingga gerbang Pengadilan Negeri dan Kejaksaan Negeri Pasaman Barat dipadati kendaraan dan pejalan kaki. Meski kondisi cukup padat, suasana tetap kondusif. Warga terlihat saling berbagi ruang, menikmati malam tanpa riak, seolah sepakat bahwa malam Minggu akhir tahun adalah milik semua.
Salah satu pengunjung, Tasya, warga Kecamatan Kinali, mengaku sengaja datang bersama teman-temannya untuk melepas penat menjelang tutup tahun.
“Saya ke sini untuk refreshing sambil menikmati jajan kuliner dan foto-foto. Rasanya menyenangkan bisa berkumpul ramai-ramai di malam menjelang tahun baru,” ujarnya dengan wajah ceria.
Cerita serupa datang dari Arif, warga Kapar, yang membawa serta istri dan anak-anaknya. Baginya, Jalur 32 menjadi tempat yang pas untuk kebersamaan keluarga.
“Kami sengaja datang rame-rame. Anak-anak senang naik odong-odong, sementara kami bisa santai sambil menikmati kuliner. Suasananya hidup sekali,” tuturnya.
Daya tarik Jalur 32 memang terletak pada kesederhanaannya. Deretan pedagang kaki lima menyajikan aneka jajanan lokal, mulai dari makanan ringan hingga minuman hangat yang menggoda selera. Area permainan anak-anak dengan odong-odong berlampu warna-warni menjadi magnet tersendiri bagi keluarga. Sementara itu, halaman Kantor Bupati yang luas dan terbuka menjelma ruang berkumpul favorit, tempat warga duduk santai, berbincang, dan menikmati hiruk pikuk malam.
Tak sedikit pula pasangan muda dan kelompok remaja yang memanfaatkan suasana untuk berjalan beriringan, bercengkerama, atau sekadar berfoto mengabadikan momen akhir tahun. Ada yang datang untuk hiburan, ada yang ingin bersosialisasi, dan ada pula yang hanya ingin merasakan denyut keramaian malam Minggu menjelang pergantian tahun.
Fenomena membludaknya pengunjung ini menegaskan posisi Jalur 32 bukan sekadar jalur lalu lintas, melainkan ikon kehidupan malam Pasaman Barat. Di ruang inilah masyarakat dari berbagai latar belakang bertemu, berbagi tawa, dan merayakan kebersamaan tanpa sekat.
Dengan ribuan warga yang hadir, Jalur 32 dan halaman Kantor Bupati Pasaman Barat kian mengukuhkan diri sebagai destinasi utama malam Minggu menjelang Tahun Baru 2026. Sebuah ruang publik yang bukan hanya menawarkan hiburan dan kuliner, tetapi juga menghadirkan pengalaman sosial yang terus hidup dan dikenang oleh masyarakatnya.
