Langkah kecil sering kali lebih berdampak daripada lompatan besar yang sulit dijaga. Di tahun baru 2026 ini, pelajar dan mahasiswa bisa memulai dengan resolusi belajar yang realistis, tanpa perlu perfeksionis atau membebani diri.
Tahun ajaran yang baru biasanya dibuka dengan semangat tinggi. Tapi tak jarang, semangat itu memudar karena ekspektasi yang terlalu berat. Menurut survei yang dilakukan oleh platform edukasi Zenius, lebih dari 60% pelajar Indonesia merasa tertekan karena resolusi belajar yang tidak tercapai, terutama karena kurangnya perencanaan dan ekspektasi yang tidak realistis.
“Resolusi belajar tidak harus ekstrem. Justru, perubahan kecil yang dilakukan terus-menerus bisa lebih bertahan lama,” ujar Risa Andriani, psikolog pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta. Ia menekankan pentingnya pendekatan yang membumi dalam menyusun target belajar.
Mulai dari yang Sederhana
Alih-alih menyusun jadwal belajar 5 jam nonstop, mulailah dengan 30 menit konsisten tiap hari. Gunakan teknik seperti pomodoro, 25 menit belajar fokus, 5 menit istirahat. Ini jauh lebih mudah dijaga dan tidak membuat otak cepat lelah.
Begitu juga dengan tugas sekolah atau kuliah. Daripada menunda hingga mendekati tenggat, coba pecah tugas jadi bagian kecil. Misalnya, satu paragraf per hari untuk makalah besar.
Biasakan Membaca dan Berdiskusi
Baca satu artikel edukatif atau satu bab buku setiap minggu. Pilih topik yang kamu suka agar tidak terasa seperti beban. Ini membangun pemahaman yang mendalam dan memperkaya sudut pandang.
Selain itu, cobalah lebih aktif saat diskusi di kelas. Satu pertanyaan atau komentar tiap minggu sudah cukup untuk membentuk keberanian dan keterlibatan.
Jaga Keseimbangan Belajar dan Hidup
Resolusi belajar tak akan bertahan lama jika kesehatan mental diabaikan. Sediakan waktu untuk hobi, istirahat cukup, dan jangan lupa bersosialisasi. Belajar itu penting, tapi bukan segalanya.
Contoh nyatanya, seorang mahasiswa bernama Aditya mulai membaca satu artikel ilmiah setiap Senin pagi dan mencatat poin pentingnya di jurnal belajar. Ia merasa lebih siap dan percaya diri dalam diskusi kelas.
Pelajar SMK, Nia dari Surabaya, membagi waktu malamnya untuk belajar ringan 30 menit dan tetap menjaga waktu tidur. Ia merasa lebih tenang dan tidak stres saat menghadapi ulangan.
